Cara Mengatasi Bau Kaki agar Tetap Percaya Diri
- 22 Jul 2026 20:45 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Bau kaki sering kali menjadi masalah yang membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri, terutama saat harus melepas alas kaki di tempat umum. Kondisi ini umumnya muncul karena keringat bercampur dengan bakteri yang berkembang biak di permukaan kulit dan di dalam sepatu.
Keringat sebenarnya tidak berbau, tetapi kelembapan pada kaki menjadi lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang. Ketika bakteri mengurai keringat dan sel kulit mati, muncullah aroma tidak sedap yang dikenal sebagai bau kaki atau bromodosis. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), menjaga kaki tetap bersih dan kering merupakan langkah utama untuk mencegah bau kaki.
Mencuci kaki setiap hari menggunakan sabun, terutama di sela-sela jari, menjadi kebiasaan sederhana yang sangat efektif. Setelah dicuci, kaki harus dikeringkan dengan baik karena area yang lembap dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur.
Pemilihan kaus kaki juga berpengaruh terhadap kesehatan kaki. Gunakan kaus kaki berbahan katun atau bahan yang mampu menyerap keringat, lalu ganti setiap hari atau lebih sering jika kaki mudah berkeringat.
Selain itu, sepatu sebaiknya tidak dipakai secara bergantian setiap hari tanpa diberi waktu untuk mengering. Mayo Clinic menyarankan penggunaan sepatu yang memiliki sirkulasi udara baik serta mengeringkannya sebelum dipakai kembali agar kelembapan tidak menumpuk di bagian dalam.
Bagi orang yang memiliki produksi keringat berlebih, penggunaan bedak atau antiperspiran khusus kaki dapat menjadi pilihan. Produk tersebut membantu mengurangi kelembapan sehingga pertumbuhan bakteri penyebab bau kaki dapat ditekan.
Jika bau kaki tetap muncul meski sudah menjaga kebersihan, atau disertai luka, gatal, kemerahan, maupun nyeri, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, keluhan tersebut bisa menjadi tanda adanya infeksi jamur atau gangguan kesehatan lain yang memerlukan penanganan medis.
Sumber: American Academy of Dermatology (AAD), Foot odor: Causes and treatment; Mayo Clinic, Foot odor; Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....