Lagu Daerah Masih Relevan untuk Anak Muda

  • 17 Jul 2025 21:22 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak: Di tengah laju pesatnya teknologi dan arus globalisasi budaya, eksistensi lagu daerah sempat dipertanyakan. Namun, justru dalam beberapa tahun terakhir, lagu-lagu berbahasa daerah kembali mencuri perhatian publik terutama generasi muda.

Tidak hanya mendengarkan, tetapi juga menciptakan konten kreatif dengan nuansa tradisi. Fenomena ini menunjukkan bahwa musik daerah bukanlah peninggalan masa lalu yang ditinggalkan, melainkan bagian dari identitas yang terus tumbuh. Tren ini bukan sekadar nostalgia, melainkan bentuk kebanggaan dan identitas lokal yang dikemas kekinian.

Lagu daerah sering kali menyuarakan pengalaman dan emosi yang relatable bagi anak muda: rindu kampung halaman, semangat gotong royong, atau kesederhanaan hidup. Media sosial berperan besar dalam membangkitkan kembali lagu-lagu tradisional. Banyak lagu daerah di remix dan digunakan sebagai latar video TikTok, Reels, hingga Shorts. Tantangan dance atau video lucu dengan iringan musik tradisional membuat generasi muda lebih familiar dan tertarik.

Penelitian yang dipublikasikan di arXiv menyebutkan bahwa TikTok terbukti meningkatkan penelusuran lagu-lagu lokal di Google Trends, bahkan untuk lagu-lagu yang sebelumnya dianggap "kuno" oleh generasi muda.

Platform seperti YouTube, Spotify, hingga JOOX kini memuat ribuan lagu daerah dalam berbagai versi. Bahkan, beberapa lagu lokal seperti Bungong Jeumpa dan Ampar-ampar Pisang masuk dalam playlist resmi "Musik Tradisional Indonesia".

Karya gabungan lokal seperti Garam & Madu oleh Naykilla berhasil menduduki puncak tangga lagu di Indonesia, menandakan bahwa unsur tradisional masih bisa relevan dan komersial. Lagu daerah bukan hanya artefak budaya, tetapi ruang kreatif yang terus hidup berkat generasi muda. Lewat digitalisasi, remix, media sosial, dan semangat lokal, lagu-lagu tradisional makin menjangkau hati dan layar anak muda Indonesia.

Rekomendasi Berita