Disdikbud Biak Gelar Pelatihan Anyaman Ukiran Tingkatkan Kemampuan

  • 18 Sep 2025 22:20 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Wakil Bupati Kabupaten Biak Numfor, Jimmy Carter Rumbarar Kapissa Kamis,(18/9/2025) menutup secara resmi pelatihan anyaman dan ukiran yang diselenggarakan Dinas Pendidikan bagi para seniman dan seniwati, setelah berlangsung tiga hari di Hotel Mapia Biak.

Wakil Bupati Jimmy Carter Rumbarar Kapissa dalam sambutanya mengatakan, pelatihan ini sangat positif, karena dapat melestarikan budaya local biak dan menciptakan peluang ekonomi, melalui peningkatan ketrampilan dan inovasi produk, serta meningkatkan daya tarik bagi wisatawan.

Selain itu, menumbuhkan kreativitas, meningkatkan harga diri dan melindungi keaslian budaya local biak serta menciptakan lapangan kerja baru yang pada gilirannya berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, terutama bagi para seniman dan seniwati.

Dikatakan pemerintah daerah telah bekerja sama dengan Kementrian Hukum dan Ham melalui Kanwil Kementrian Hukum dan Ham Papua terkait penegakan dan perlindungan hak kekayaan intelektual, agar tidak diklaim orang lain.

Pemerintah daerah juga akan mengakomodir semua seniman di biak untuk tampil diberbagai event festival budaya biak skala regional pada Oktober tahun ini dan skala internasional pada 2026 mendatang, sehingga para seniman di biak tidak hanya sebagai pelengkap sandiwara, namun mampu mendatangkan pendapatan bagi daerah.melalui kerajinan tangan berupa anyaman dan ukiran.

“Atas nama pemerintah daerah saya menyampaikan apresiasi kepada dinas pendidikan yang telah berupaya melaksanakan pelatihan ini, pelatihan anyaman dan ukiran ini harus dilaksanakan rutin sehingga para seniman mampu menghasilkan karya seni yang berkualitas dan dapat mendatangkan pendapatan ekonomi, khusus untuk ukiran harus kita jaga dan letarikan” ujar Wakil Bupati Jimmy Carter Rumbarar Kapissa

Hasil anyaman dan ukiran.

Kepala Dinas Pendidikan Biak Numfor,Kamaruddin,S,Pd mengemukakan, pelatihan anyaman dan ukiran ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik dan metode yang lebih efisien sehingga para seniman mampu menghasilkan karya kerajinan tangan khas Biak yang berkualitas dan laku dipasaran.

Dikatakan pelatihan anyaman dan ukiran merupakan salah satu elem pendukung dari peraturan daerah tentang perlindungan bahasa dan sastra biak yang telah ditetapkan,

Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan karya seni dan budaya local Biak, agar identitas budaya biak, dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Tahun ini kami focus pada pelatihan anyaman dan ukiran, dan kami pakai pelatih yang memang paham betul tentang anyaman dan ukiran khas Biak, jadi peserta dilatih dan langsung praktek, ini juga bagian dari menjaga dan melestarikan budaya local biak, agar tetap ada dan aslih,” kata Kamaruddin

Kadis Pendidikan.

Diharapkan kepada peserta pelatihan, agar ilmu yang telah diperoleh, dapat diaplikasikan dengan baik, demi melestarikan budaya lokal, serta membuka peluang wirausaha dengan mengembangkan teknik dan motif anyaman dan ukiran baru sesuai permintaan dipasaran.

Rekomendasi Berita