BMKG: Cuaca Pelabuhan di Biak, Serui, dan Jayapura Didominasi Awan Tebal
- 12 Mar 2026 09:20 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kelas III Dok II Jayapura merilis prakiraan cuaca pelabuhan untuk wilayah Papua yang berlaku mulai 12 Maret hingga 13 Maret 2026 pukul 09.00 wit. Prakiraan tersebut mencakup kondisi cuaca di beberapa pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Biak, Pelabuhan Serui, dan Pelabuhan Jayapura.
Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca di Pelabuhan Biak pada pagi hari diperkirakan berawan tebal, kemudian berawan pada siang hari, dan kembali berawan tebal pada malam hari. Arah angin umumnya bertiup dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar 2 hingga 15 knot. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 25 hingga 31 derajat Celsius, dengan kondisi gelombang laut relatif rendah.
Kondisi yang hampir serupa juga diperkirakan terjadi di Pelabuhan Serui. Pada pagi hari, cuaca diprakirakan berawan tebal, kemudian berawan pada siang hari, dan kembali berawan tebal pada malam hari. Arah angin di wilayah ini juga bertiup dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 2 hingga 15 knot. Suhu udara diperkirakan berkisar 25 hingga 31 derajat Celsius, sementara tinggi gelombang laut berada pada kategori rendah.
Sementara itu, kondisi cuaca di Pelabuhan Jayapura diperkirakan sedikit berbeda. Pada pagi hari cuaca diprediksi berawan tebal, kemudian hujan ringan pada siang hari, dan kembali berawan tebal pada malam hari. Angin bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan sekitar 2 hingga 10 knot. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 26 hingga 31 derajat Celsius, dengan kondisi gelombang laut pada kategori sedang.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah perairan utara Papua saat ini dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Nuri di Samudera Pasifik bagian utara Papua. Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Akibatnya, kondisi cuaca di wilayah pelabuhan umumnya diperkirakan berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan pada malam hari.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan serta pengguna transportasi laut, untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca dan perkembangan informasi terbaru sebelum melakukan aktivitas di laut. Hal ini penting guna mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah perairan Papua.