BMKG: Dampak Siklon Nuri Picu Gelombang hingga 2,5 Meter di Perairan Utara Papua
- 12 Mar 2026 09:05 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Maritim Dok II Jayapura mengeluarkan informasi peringatan dini terkait potensi gelombang laut di sejumlah wilayah perairan Papua.
Peringatan ini berlaku mulai 12 Maret 2026 pukul 09.00 wit hingga 15 Maret 2026 pukul 09.00 wit. BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut berkisar 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan di bagian utara Papua.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Nuri yang berada di Samudera Pasifik bagian utara Papua. Keberadaan siklon tersebut memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan serta memengaruhi kondisi cuaca dan tinggi gelombang di wilayah perairan utara Papua.
Secara umum, pola angin di wilayah perairan utara Papua bertiup dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar 4 hingga 35 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di sejumlah wilayah perairan, seperti Perairan Jayapura, Perairan Sarmi–Mamberamo, Perairan Biak, Perairan Serui–Waropen, serta Perairan Kepulauan Mapia.
BMKG memprediksi potensi gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter dapat terjadi di beberapa wilayah perairan, antara lain:
- Perairan Jayapura
- Perairan Utara Pulau Biak
- Perairan Barat Pulau Biak
- Perairan Timur Pulau Biak
- Perairan Selatan Pulau Biak
- Perairan Utara Serui
- Perairan Selatan Serui
- Perairan Sarmi–Mamberamo
- Perairan Kepulauan Mapia
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil.
Perahu nelayan berisiko mengalami gangguan keselamatan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang berpotensi menghadapi risiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau para nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi gelombang laut.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru guna mengantisipasi potensi bahaya yang dapat terjadi selama periode peringatan dini tersebut.