Evaluasi Publikasi Pemberitaan di Masa Non-Tahapan Pemilu, 3 Tujuan Utama Bawaslu
- 27 Agt 2026 12:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bawaslu RI berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola publikasi dan pemberitaan terkait kinerjanya dengan melibatkan anggota dan tim kehumasan.
- Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty mengidentifikasi tiga tujuan utama dalam pembenahan tata kelola publikasi dan pemberitaan yang menjadi fokus organisasi.
- Tujuan pertama evaluasi adalah memperkuat landasan serta perluasan jangkauan publikasi pemberitaan kinerja Bawaslu melalui berbagai saluran komunikasi.
Video
RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, berkomitmen untuk melakukan evaluasi tata kelola publikasi dan pemberitaan terkait kinerjanya. Dalam hal ini, Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty mengungkapkan terdapat tiga tujuan utama dalam pembenahan tata kelola publikasi dan pemberitaan.
Tujuan pertama diungkapkan Lolly, untuk memperkuat landasan serta perluasan jangkauan publikasi pemberitaan kinerja Bawaslu. Dengan hal ini ia menuturkan, berbagai publikasi dan pemberitaan kinerja kehumasan Bawaslu dilakukan evaluasi.
Seperti dicontohkan Lolly, yakni evaluasi dalam melakukan pengawasan siber yang belum merata di seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Dalam kontek tersebut dinilainya, untuk memperkuat pemerataan pengawasan dalam proses pemilihan umum, yang merambah ke ruang digital.
"Tujuannya satu, di tengah upaya kuat yang Bawaslu lakukan, fondasinya diperkuat, daya jangkauannya diperluas, konsistensi geraknya juga diukur. Kita harus menyadari dalam tahapan evaluasi, banyak hal yang masih harus kita benahi," kata Lolly dalam Evaluasi Kebijakan Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu dalam Masa Non-Tahapan Pemilu, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 25 Agustus 2026.
Selain itu tujuan keduanya diungkapkan Lolly, yakni memperkuat konsistensi publikasi dan pemberitaan kinerja Bawaslu. Ia menjelaskan, hal ini dengan melihat masih minimnya dampak publikasi dan pemberitaan kinerja Bawaslu, khususnya dimasa non-tahapan pemilu.
Lebih lanjut Lolly menyatakan, bahwa untuk tujuan ketiga pembenahan tersebut, yakni memperkuat kualitas jajarannya hingga ke tingkat daerah. Melalui evaluasi ini diharapkannya, kualitas kinerja jajaran Bawaslu dapat meningkat secara merata di seluruh daerah di Indonesia.
" Yang kedua, ternyata masih fluktuatif nih, konsistensi publik engagement-nya terhadap pemberitaan Bawaslu. Yang ketiga, SDM di setiap provinsi dan kabupaten/kota, belum lah merata," ujarnya.
Evaluasi tersebut diungkapkan Lolly, melibatkan sejumlah pihak terkait dalam penguatan publikasi dan pemberitaan kinerja Bawaslu. Ditekankannya, hal ini menjadi penting bagi jajaran kehumasan, dalam menjaga kepercayaan publik, khususnya dimasa non-tahapan pemilu.
"Ketika kita bicara soal kehumasan, maka kita bicara soal jembatan antara informasi dengan kepercayaan publik. Evaluasi kebijakan publikasi dan pemberitaan menjadi penting karena tahun ini fokus kita adalah mengukur dampaknya gimana," imbuh Lolly.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....