Sejarah Hari Kapas Sedunia, Berawal dari Usulan Empat Negara Afrika

  • 07 Okt 2026 10:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • ari Kapas Sedunia turut mendorong perdagangan kapas yang adil, terbuka, dan berkelanjutan.
  • Setiap tanggal 7 Oktober, dunia memperingati Hari Kapas Sedunia atau ‘World Cotton Day’. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai peran kapas dalam ekonomi, perdagangan, dan pengurangan angka kemiskinan.
  • Hari Kapas Sedunia lahir pada tahun 2019 dan dicetuskan oleh empat negara-negara Afrika. Empat negara tersebut terdiri atas Benin, Burkina Faso, Chad, dan Mali yang dikenal sebagai Cotton Four.

RRI.CO.ID, Jakarta – Setiap tanggal 7 Oktober, dunia memperingati Hari Kapas Sedunia atau ‘World Cotton Day’. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai peran kapas dalam ekonomi, perdagangan, dan pengurangan angka kemiskinan.

Dikutip dari laman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, Hari Kapas Sedunia lahir pada tahun 2019 dan dicetuskan oleh empat negara-negara Afrika. Empat negara tersebut terdiri atas Benin, Burkina Faso, Chad, dan Mali yang dikenal sebagai Cotton Four.

Keempat negara itu kemudian mengusulkan kepada Organisasi Perdagangan Dunia untuk memperingati Hari Kapas Sedunia. Usulan tersebut mendapat dukungan melalui kegiatan yang digelar di WTO pada 7 Oktober 2019.

Kegiatan itu melibatkan WTO, FAO, UNCTAD, ITC, dan International Cotton Advisory Committee sebagai sejumlah organisasi terkait. Momentum tersebut kemudian berkembang hingga mendapat pengakuan resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pada 30 Agustus 2021, Majelis Umum PBB mengadopsi Resolusi A/RES/75/318 tentang Hari Kapas Sedunia. Resolusi tersebut menetapkan 7 Oktober sebagai Hari Kapas Sedunia yang diperingati setiap tahun.

Sejak penetapan itu, Hari Kapas Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap sektor kapas. Peringatan ini juga menyoroti peran kapas dalam pembangunan ekonomi, perdagangan internasional, dan pengentasan kemiskinan.

Kapas tidak hanya sekadar menjadi bahan untuk pakaian, tetapi juga sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat. Menurut PBB, sektor kapas menghidupi 32 juta petani dan memberi manfaat bagi lebih dari 100 juta keluarga.

Karena itu, Hari Kapas Sedunia turut mendorong perdagangan kapas yang adil, terbuka, dan berkelanjutan. Peringatan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya meningkatkan nilai tambah kapas melalui pengolahan dan inovasi. (Nikita Yunistia Maryam)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....