Mengenal 'Pseudo-Thumb', Ibu Jari Palsu yang Dimiliki Panda dan Fungsinya

  • 04 Okt 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Hewan Sedunia diperingati setiap 4 Oktober untuk meningkatkan perhatian pada kesejahteraan hewan di seluruh dunia.
  • Panda memiliki struktur tangan unik berupa pseudo-thumb atau ibu jari palsu yang berasal dari tulang sesamoid radial yang membesar.
  • Pseudo-thumb bukan jari asli melainkan struktur khusus yang membantu panda menggenggam bambu sebagai makanan utamanya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Hewan Sedunia diperingati setiap 4 Oktober untuk meningkatkan perhatian pada kesejahteraan hewan. Panda menjadi salah satu satwa menarik karena memiliki struktur tangan khusus untuk menggenggam bambu.

Mengutip penelitian Hideki Endo dkk. dari jurnal Nature (1999), struktur itu disebut pseudo-thumb atau ibu jari palsu karena bukan jari asli seperti milik manusia. Jempol palsu berasal dari tulang sesamoid radial yang membesar pada pergelangan tangan depan panda

Panda tetap memiliki lima jari seperti mamalia lainnya. Ibu jaru palsu ini berfungsi sebagai digit tambahan untuk membantu menggenggam bambu.

Bambu memiliki batang berserat yang keras sehingga membutuhkan genggaman kuat. Ibu jari palsu membantu menjaga batang tetap stabil saat panda menggunakan gigi dan rahangnya.

Panda biasanya makan sambil duduk sehingga kedua kaki depannya digunakan untuk memegang batang bambu. Menurut Smithsonian, panda menghabiskan waktu sekitar 10 hingga 16 jam setiap hari untuk mencari dan memakan makanan.

Kebutuhan makan tersebut berkaitan dengan sistem pencernaan panda yang masih menyerupai karnivora. Pencernaan bambu yang kurang efisien membuat panda perlu makan dalam jumlah besar.

Melansir National History Museum, fosil menunjukkan ibu jari palsu telah berkembang pada leluhur panda sejak 6-7 juta tahun lalu. Perkembangan itu berkaitan dengan ketergantungan panda pada bambu sebagai makanan utama.

Namun, ibu jari palsu tidak berkembang layaknya ibu jari manusia. Struktur itu juga berfungsi sebagai menopang berat tubuh panda saat berjalan.

Kondisi tersebut menunjukkan kompromi evolusioner antara menggenggam makanan dan menopang tubuh. Jempol palsu menjadi cukup efektif menggenggam bambu tanpa mengganggu pergerakan panda. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....