Delapan Hewan Ini Mampu Bertahan di Lingkungan Ekstrem
- 04 Okt 2026 13:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Hewan Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Oktober di berbagai negara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesejahteraan hewan baik yang liar maupun peliharaan.
- Hewan menghuni beragam habitat di Bumi mulai dari kutub yang membeku, gurun panas, hingga dasar laut yang gelap dengan adaptasi yang berbeda-beda.
- Setiap jenis hewan memiliki cara adaptasi unik untuk bertahan hidup sesuai dengan kondisi lingkungan dan habitat tempat tinggalnya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Dunia memperingati Hari Hewan Sedunia setiap tanggal 4 Oktober yang berlangsung setiap tahun di banyak negara. Peringatan itu bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan, baik liar maupun peliharaan, di seluruh dunia.
Hewan menghuni beragam habitat di Bumi, mulai dari kutub yang membeku, gurun panas, hingga dasar laut yang gelap. Setiap hewan beradaptasi dengan cara berbeda agar bisa bertahan hidup sesuai kondisi lingkungan tempat tinggalnya.
“Bumi merupakan planet dengan lingkungan yang ekstrem, mulai dari suhu dingin yang membekukan hingga panas yang menyengat. Manusia umumnya hanya tinggal di wilayah beriklim sedang, dengan sedikit pengecualian di daerah lain,” kata Don Vaughan, dilansir pada laman Britannica, Minggu, 4 Oktober 2026
Di luar wilayah itu, sejumlah hewan justru mampu hidup di tempat yang tidak ramah bagi manusia. Ensiklopedia Britannica menyebut hewan semacam itu merupakan jenis, ekstremofil dan memaparkan delapan contohnya sebagai berikut:
1. Penguin kaisar
Penguin kaisar hidup berkoloni di Antarktika, tempat suhu musim kawin turun hingga minus 40 derajat Celsius. Mereka berkumpul dan bergiliran ke tengah agar hangat, juga menyelam hingga sekitar 550 meter, terdalam di antara burung.
2. Katak kayu (Lithobates sylvaticus)
Saat suhu mulai dingin, katak ini membiarkan tubuhnya membeku hingga musim semi tiba. Katak itu selamat karena menimbun glukosa, zat pelindung beku, di jaringan tubuhnya.
3. Kumbang kulit kayu pipih
Seperti katak kayu, serangga ini membuat zat khusus untuk melewati musim dingin. Tubuhnya mengurangi kadar air sekaligus menimbun protein pelindung jaringan agar tahan cuaca keras.
4. Unta Arab
Unta Arab atau dromedaris dijuluki “kapal gurun” dan tahan suhu hingga 49 derajat Celsius. Hewan ini juga mampu hidup seminggu lebih tanpa minum.
5. Semut gurun Sahara
Suhu gurun tempat serangga mungil ini hidup bisa melampaui 60 derajat Celsius. Kakinya yang panjang membuatnya bergerak cepat dan menjaga tubuh tetap di atas pasir panas.
6. Jerboa
Jerboa, hewan pengerat penghuni gurun, menghindari panas dengan tidur di liang sejuk pada siang hari. Saat malam yang lebih sejuk, ia keluar mencari makan.
7. Cacing Pompeii
Di dasar laut tanpa sinar matahari, ekosistem unik terbentuk di sekitar ventilasi hidrotermal yang panas dan kaya mineral. Cacing Pompeii di sana bertahan pada suhu hingga 79 derajat Celsius.
8. Tardigrada (beruang air)
Tardigrada atau beruang air, organisme mikroskopis, ditemukan di gurun, gletser, mata air panas, hingga puncak gunung tertinggi. Saat kondisi keras, ia masuk ke keadaan kering mirip mati bernama kriptobiosis, lalu aktif lagi setelah terkena air.
Keunikan hewan-hewan ini terletak pada siasat bertahan yang berbeda, mulai dari berkerumun, membeku, hingga berlindung di liang. Ada yang menimbun zat pelindung, ada yang berkaki panjang, dan ada yang masuk keadaan mirip mati. (Nikita Yunistia Maryam)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....