Menelusuri Cerita di Balik Nama Kota-Kota di Banten
- 04 Okt 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Provinsi Banten memperingati hari jadinya pada tanggal 4 Oktober setiap tahunnya dengan mengenang sejarah dan identitas wilayah tersebut.
- Banten terbentuk dari sebagian wilayah Jawa Barat berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 sebagai wujud pemisahan administratif.
- Sebelum menjadi provinsi, Banten memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan dan Kesultanan Banten yang berpengaruh dalam perkembangan Nusantara.
RRI.CO.ID, Jakarta — Setiap tanggal 4 Oktober, Provinsi Banten memperingati hari jadinya dengan mengenang sejarah daerah tersebut. Di balik peringatan itu, terdapat nama wilayah yang menyimpan cerita tentang sejarah dan identitas masyarakatnya.
Provinsi Banten terbentuk dari sebagian wilayah Jawa Barat berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000. Sebelum menjadi provinsi, Banten memiliki sejarah panjang sebagai wilayah perdagangan dan Kesultanan Banten.
Lalu, dari mana sebenarnya nama Banten berasal?. Bagaimana pula asal nama kota-kota yang kini menjadi bagian dari provinsi tersebut?.
Nama Banten sudah dikenal jauh sebelum provinsi ini terbentuk pada tahun 2000. Salah satu jejak sejarahnya dapat ditemukan di kawasan Banten Girang, sekitar Kota Serang sekarang.
Banten Girang berada di kawasan hulu Sungai Cibanten dan menjadi salah satu situs penting sejarah awal Banten. Pemerintah Provinsi Banten menyebut kawasan tersebut sebagai salah satu cikal bakal sejarah Banten.
Sementara itu, asal nama Banten sendiri memiliki beberapa versi dalam berbagai catatan sejarah. Karena itu, asal nama tersebut belum dapat dijelaskan melalui satu versi yang pasti.
Setelah mengetahui asal nama Banten, kita bisa melihat cerita dari wilayah lainnya. Salah satunya adalah Tangerang, yang memiliki kaitan dengan sejarah perbatasan.
Pemerintah Kota Tangerang menyebut nama Tangerang berkaitan dengan kata tangger yang berarti tanda atau penanda. Pada masa lalu, Pangeran Soegiri mendirikan tugu di sebelah barat Sungai Cisadane sebagai penanda batas wilayah.
Masyarakat kemudian menyebut tugu tersebut sebagai tetengger atau tanggeran. Sebutan itu kemudian berkembang menjadi Tangerang yang dikenal hingga sekarang.
Beranjak ke wilayah lain, Kota Serang juga memiliki cerita tersendiri tentang asal namanya. Pemerintah Kota Serang menyebut nama Serang diperkirakan berasal dari bahasa Sunda.
Nama Serang disebut berkaitan dengan istilah yang berarti sawah. Namun, penjelasan tersebut masih berupa perkiraan dan bukan satu-satunya versi mengenai asal nama Serang.
Kota Serang sendiri memiliki hubungan erat dengan sejarah Kesultanan Banten. Jika Serang berkaitan dengan sejarah kesultanan, Cilegon memiliki cerita yang berbeda.
Pemerintah Kota Cilegon menjelaskan bahwa nama tersebut berasal dari kata cai dan legon. Dalam bahasa Sunda, cai berarti air, sedangkan legon berarti lengkungan.
Penjelasan tersebut dikaitkan dengan kondisi wilayah Cilegon yang memiliki banyak aliran air. Kisah ini menjadi salah satu penjelasan mengenai asal nama Cilegon.
Berbeda dengan nama-nama sebelumnya, Tangerang Selatan merupakan nama administratif yang lebih modern. Kota ini terbentuk melalui pemekaran wilayah Kabupaten Tangerang.
Nama Tangerang Selatan menggunakan kata Tangerang karena wilayah tersebut sebelumnya termasuk Kabupaten Tangerang. Sementara itu, kata Selatan menunjukkan letaknya di bagian selatan kawasan Tangerang.
Dari Banten hingga Tangerang Selatan, setiap nama wilayah memiliki cerita yang berbeda. Ada yang berkaitan dengan sejarah, kondisi geografis, bahasa, hingga perkembangan pemerintahan.
Menelusuri asal-usul nama daerah bukan hanya soal mengetahui arti sebuah kata. Cerita tersebut juga membantu masyarakat mengenal sejarah dan identitas daerahnya. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....