Budidaya Maggot Jadi Alternatif Pengolahan Sampah Makanan di Jakarta
- 30 Sep 2026 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sampah makanan menjadi salah satu penyumbang terbesar timbulan sampah di Indonesia.
- Data Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2025 mencatat sampah makanan berkontribusi sekitar 40,16 persen dari total sampah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sampah makanan menjadi salah satu penyumbang terbesar timbulan sampah di Indonesia. Data Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2025 mencatat sampah makanan berkontribusi sekitar 40,16 persen dari total sampah.
Persoalan tersebut mendorong pengembangan berbagai metode pengolahan sampah organik, salah satunya melalui budidaya maggot. Maggot atau larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) memiliki kemampuan mengurai sampah makanan dalam waktu relatif cepat.
Salah satu pengelola budidaya maggot di Jakarta, Rahman Yusuf, mengatakan maggot dapat menjadi alternatif untuk mengolah sampah makanan dalam jumlah besar. Bahkan, menghasilkan produk bernilai ekonomi.
"Ada sebuah makhluk atau mesin yang bisa mengolah sampah makanan dengan cepat dan masif, yaitu maggot. Kemudian bisa menjadikan sebuah produk bernilai untuk kita semua," kata Rahman saat diwawancarai Pro3 RRI di Darsa Maggot Farm, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Menurut Rahman, masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap budidaya maggot. Maggot tidak hanya perlu dipandang sebagai komoditas yang harus dijual, tetapi juga sebagai sarana pengolah sampah yang dapat menghasilkan berbagai produk turunan.
"Jika dari awal mindset kita menjadikan maggot sebuah produk, maka ketika enggak laku, stres lalu gulung tikar. Tetapi kalau sebagai mesin, produk akan mengikuti," ujarnya.
Rahman mengatakan, budidaya maggot yang dilakukannya berawal dari kegelisahan terhadap persoalan sampah makanan yang belum sepenuhnya teratasi. Menurutnya, pengolahan sampah makanan melalui maggot juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, maggot dapat dipanen dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Hasil panen dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan. Sementara itu, sisa media budidaya atau kasgot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengatakan, pengolahan sampah organik menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk mengurangi timbulan sampah di Jakarta. Menurut Dudi, budidaya maggot, pengomposan, dan penggunaan biodigester akan terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi pengolahan sampah makanan.
"Secara instan yang dilakukan adalah budidaya maggot, kompos, biodigester akan terus dikembangkan. Ini menjadi hal yang sedang dilakukan," kata Dudi.
Dudi berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat untuk mewujudkan Jakarta yang bersih dan terbebas dari sampah. Ia juga mengimbau masyarakat memilah sampah dari rumah serta lebih bijak dalam mengonsumsi makanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....