Mengenal ‘People Pleaser’, Kebiasaan yang Sulit Mengatakan Tidak

  • 17 Jun 2026 15:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • People pleaser adalah kebiasaan terlalu berusaha menyenangkan orang lain.
  • Hubungan sosial juga dapat terganggu akibat sulit menetapkan batas.
  • Tanda umumnya sulit berkata tidak dan takut mengecewakan sekitar.

RRI.CO.ID, Jakarta – Bersikap baik dan suka membantu orang lain merupakan kebiasaan positif yang banyak dihargai dalam kehidupan sosial. Namun, keinginan untuk terus memenuhi harapan orang lain terkadang bisa berkembang menjadi perilaku yang kurang sehat.

Tanpa disadari, sebagian orang rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kebutuhan pribadi demi menjaga perasaan lingkungan sekitarnya. Kondisi ini dikenal dengan istilah People Pleaser, memengaruhi kesejahteraan emosional dan kualitas hidup seseorang, melansir dari berbagai sumber.

Apa itu People Pleaser?

People pleaser adalah istilah untuk menggambarkan individu yang terdorong kuat menyenangkan orang lain hingga mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri. Berbeda dari kebaikan, kondisi ini membuat seseorang sulit mengatakan tidak dan dapat mengganggu kualitas hidup pribadi secara berkelanjutan.

Perilaku tersebut biasanya dipicu rasa tidak aman, pengalaman masa lalu, serta kebutuhan tinggi akan penerimaan dari lingkungan sekitar. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat membuat seseorang rentan dimanfaatkan karena sulit menetapkan batas dalam hubungan sosialnya.

Mengenali Ciri People Pleaser

Ciri people pleaser biasanya terlihat dari kesulitan menolak permintaan orang lain meski situasinya memberatkan diri sendiri. Mereka sering mengutamakan kepentingan orang lain hingga mengabaikan kebutuhan pribadi dalam aktivitas sehari-hari secara konsisten.

Banyak juga yang merasa bertanggung jawab atas emosi orang lain, sering merendahkan diri, serta menghindari konflik sosial. Selain itu mereka kerap meminta maaf berlebihan, menyetujui pendapat orang lain, dan jarang mengekspresikan perasaan sebenarnya.

Perilaku ini bisa muncul dalam bentuk menerima tugas berlebih, menghindari pembelaan diri, atau mengikuti hal yang tidak disukai. Akibatnya mereka mudah merasa tertekan, kehilangan waktu pribadi, serta kesulitan menjaga batas dalam hubungan sosial tertentu.

Dampak Psikologis dari Kebiasaan People Pleaser

1. Stres dan kecemasan

Kebiasaan terlalu ingin menyenangkan orang lain dapat memicu tekanan emosional dan rasa cemas berlebihan dalam keseharian. Hal ini muncul ketika seseorang merasa kewalahan oleh tuntutan sosial dan kesulitan memenuhi harapan lingkungan sekitar terus-menerus.

2. Kelelahan mental dan fisik

Upaya menjaga citra selalu ramah dan menyenangkan dapat menguras energi hingga membuat tubuh serta pikiran cepat lelah. Aktivitas berlebihan untuk orang lain sering mengurangi waktu istirahat dan menurunkan kualitas kesehatan secara keseluruhan.

3. Kehilangan identitas diri

Kebiasaan mengabaikan pendapat pribadi membuat seseorang sulit mengenali kebutuhan, keinginan, dan arah hidupnya sendiri dengan jelas. Lama-kelamaan kondisi ini dapat menimbulkan perasaan hampa karena hidup lebih berfokus pada orang lain daripada diri sendiri.

4. Gangguan emosi

Menahan perasaan demi menjaga hubungan bisa menumpuk emosi negatif yang sulit disalurkan secara sehat dalam jangka panjang. Jika terus berlangsung, kondisi ini dapat memunculkan ledakan emosi tidak langsung seperti sikap pasif agresif dalam interaksi sosial.

5. Masalah dalam hubungan

Ketidakseimbangan antara memberi dan menerima dapat menimbulkan konflik karena orang lain mungkin terlalu bergantung pada diri seseorang. Situasi ini sering membuat hubungan terasa tidak sehat dan memicu rasa tidak dihargai dalam relasi tertentu. (Sarah Maulida Ali)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....