Gim Indonesia Perluas Jejaring Bisnis di Pasar Jepang
- 18 Sep 2026 17:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Enam studio gim Indonesia mendapat kesempatan memperkenalkan karya dan membuka peluang bisnis dengan industri gim Jepang melalui Tokyo Game Gathering.
- Jumlah pengunjung TGS 2026 ditargetkan mencapai sekitar 300 ribu orang.
RRI.CO.ID, Jakarta – Enam studio gim Indonesia membuka peluang bisnis dengan industri Jepang melalui Tokyo Game Gathering 2026. Kegiatan tersebut digelar KBRI Tokyo sehari sebelum Tokyo Game Show (TGS) 2026 resmi dibuka.
Tokyo Game Gathering merupakan kolaborasi KBRI Tokyo, Dinas Parekraf DKI Jakarta, dan Asosiasi Game Indonesia. Sekitar 30 pelaku industri hadir, termasuk perwakilan perusahaan dan organisasi industri gim Jepang.
Enam studio Indonesia yang tampil yakni Dream Forge Creation, SkyFy Studio, Rizero Studios, Re:Halu, Separuh Interactive, dan Vifth Floor. Mereka memperkenalkan gim dengan beragam genre, mulai aksi-petualangan hingga gim seluler.
Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Tokyo Gatot Hari Gunawan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan mempertemukan pelaku industri. Pertemuan dilakukan sebelum suasana Tokyo Game Show semakin ramai dan padat.
“Tokyo Game Show edisi ke-30 tahun ini akan menjadi massive update. Untuk pertama kalinya, event ini berlangsung selama lima hari,” kata Gatot dalam keterangannya, Jumat, 18 September 2026.
TGS 2026 diikuti lebih dari 750 eksibitor dari 51 negara dan wilayah. Jumlah pengunjung pameran ditargetkan mencapai sekitar 300 ribu orang.
Menurut Gatot, Indonesia turut memperkenalkan industri gim nasional melalui Paviliun Games from Jakarta. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring industri gim Indonesia di pasar internasional.
“Di tengah open world raksasa tersebut, Indonesia ikut berpartisipasi melalui Paviliun Games from Jakarta. Kami mempertemukan pelaku industri lebih dahulu sebelum arena pameran menjadi ramai,” ujarnya.
Gatot mengatakan keikutsertaan tahun ini mempertimbangkan hasil partisipasi Indonesia pada Tokyo Game Show 2025. Saat itu, Indonesia mencatat 86 pertemuan bisnis dengan potensi transaksi mencapai 8,77 juta dolar AS.
Salah satu peserta, Vifth Floor, kemudian menandatangani kontrak pengembangan gim senilai 150 ribu dolar AS. Kontrak tersebut ditandatangani sekitar satu bulan setelah pameran TGS 2025 berakhir.
Jepang menjadi salah satu pasar gim terbesar dunia dengan nilai pasar konten gim mencapai 2,59 triliun yen pada 2025. Pasar tersebut tumbuh sekitar delapan persen dibandingkan periode sebelumnya.
TGS 2026 menjadi penyelenggaraan edisi ke-30 dan berlangsung selama lima hari pada 17-21 September 2026. Pameran tersebut diselenggarakan Computer Entertainment Supplier's Association atau CESA di Makuhari Messe.
Melalui Paviliun Games from Jakarta, Indonesia berupaya memperluas jejaring industri gim nasional. Langkah tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama dengan penerbit, investor, dan pelaku industri gim global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....