Kisah Kreator Gim Asal Bekasi Ubah Hobi Menjadi Sumber Penghasilan

  • 01 Sep 2026 00:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Satu video mengubah hidup: Unggahan Mobile Legends: Bang Bang pada 1 Januari 2026 ditonton 6,8 juta kali dalam tiga hari dan menjadi titik balik karier Sulaiman Albasyari.
  • Dari hobi menjadi pekerjaan: Aktivitas membuat konten yang awalnya sekadar pengisi waktu luang kini menjadi sumber penghasilan utama.
  • Gambaran ekonomi kreator: Kisah Sulaiman Akbasyari menunjukkan bahwa modal terbatas bukan lagi penghalang masuk ke ekonomi kreator, tetapi keberlanjutan karier sangat bergantung pada algoritma platform.

RRI.CO.ID, Bekasi - Tidak ada yang istimewa dari 1 Januari 2026 bagi Sulaiman Albasyari (24). Seperti hari-hari sebelumnya, pemuda asal Bekasi itu hanya mengunggah video permainan Mobile Legends: Bang Bang ke media sosial.

Namun, unggahan yang awalnya dibuat sebagai bagian dari rutinitas justru menjadi titik balik hidupnya.

Dalam tiga hari, video tersebut ditonton hingga 6,8 juta kali. Angka itu kemudian membawa perubahan besar pada akun TikTok dan Instagram @francoonehit01 yang dikelolanya sendiri.

Pengikut yang sebelumnya hanya berada di kisaran puluhan ribu mulai bertambah dengan cepat. Aktivitas yang semula dilakukan untuk mengisi waktu luang perlahan berubah menjadi pekerjaan sekaligus sumber penghasilan.

"Di awal tahun 2026, tanggal 1 Januari, ada satu video yang meledak 6,8 juta dalam tiga hari. Di titik sini akun saya berubah drastis, awalnya cuma sekadar konten, sekarang menjadi pekerjaan dan bisa menghasilkan uang dengan konten kita sendiri," ujar Sulaiman.

Dari 10 Ribu Pengikut Menuju Ratusan Ribu

Sulaiman bukan kreator yang langsung menemukan keberuntungan sejak unggahan pertamanya. Ia mulai rutin membuat konten sejak 20 Agustus 2025.

Selama sekitar enam bulan, pertumbuhan pengikutnya berjalan perlahan dan baru menyentuh kisaran 10 ribu. Titik balik datang sehari setelah video yang diunggah pada 1 Januari 2026 tersebut meledak.

Sejak 2 Januari, grafik pengikutnya menanjak tajam. Nama Franco 1 Hit pun semakin dikenal di kalangan pemain dan penonton Mobile Legends.

Nama tersebut bukan sekadar identitas di media sosial. Franco merupakan salah satu hero dalam permainan Mobile Legends yang dikenal memiliki kemampuan menarik lawan menggunakan hook.

Konten Sulaiman kemudian membuat penonton penasaran. Tidak sedikit yang bertanya mengenai racikan item dan build yang digunakannya hingga mampu menghabisi lawan hanya dengan satu serangan. Dan dari situlah julukan Franco 1 Hit semakin melekat.

Selain TikTok dan Instagram, Sulaiman juga mengembangkan aktivitasnya sebagai kreator konten gim melalui YouTube.

Modalnya Hanya Ponsel

Di balik jutaan penonton yang diraih, ada satu hal yang menarik dari cara Sulaiman memproduksi konten. Ia tidak memiliki kamera profesional, lampu studio, ataupun komputer khusus untuk menyunting video.

Semua proses dilakukan melalui satu perangkat yang hampir selalu berada dalam genggaman. "Bekasi tempat lahir saya. Cara membuat konten saya hanya menggunakan HP Android tanpa alat lain," katanya.

Bagi Sulaiman, keterbatasan perangkat bukan alasan untuk menunda membuat konten. Ia membangun pola kerja sederhana: mencari ide, merekam bahan mentah, menyunting, kemudian mengunggahnya pada waktu yang telah ditentukan. Seluruh proses tersebut bahkan bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 30 menit.

"Sebelum upload kita harus mencari ide terlebih dahulu, apa yang mau kita buat. Ide sudah ketemu, selanjutnya kita membuat konten atau mentahan bahan edit, kita edit sebisa mungkin dan langsung upload secara teratur dari jam-jamnya," ujarnya menuturkan.

Kedisiplinan itu menjadi bagian penting dari perjalanan Sulaiman. Baginya, menjadi kreator bukan sekadar menunggu sebuah video menjadi viral. Ada proses yang harus dilakukan berulang kali, bahkan ketika hasilnya belum terlihat.

Bertahan di Tengah Algoritma

Ledakan satu video memang bisa mendatangkan jutaan penonton. Namun, mempertahankan perhatian audiens menjadi tantangan berbeda.

Sulaiman menyadari banyak kreator yang tidak mampu bertahan dalam perjalanan mereka. Menurut dia, salah satu kunci keberlangsungan seorang kreator adalah memahami bagaimana platform mendistribusikan konten sekaligus menjaga konsistensi.

"Memang banyak yang gugur di perjalanan menjadi konten kreator. Kuncinya supaya kita bertahan dari tahun ke tahun, kita fokus ke algoritma TikTok kita, mau algoritma VT atau live, sama konsisten," ucapnya.

Pemahaman terhadap algoritme bahkan memengaruhi keputusan bisnisnya. Sulaiman mengaku pernah menolak tawaran kerja sama komersial dari sebuah store yang menyediakan layanan isi ulang gim.

Keputusan itu diambil bukan karena tidak membutuhkan pendapatan tambahan, tetapi karena ia mempertimbangkan dampaknya terhadap distribusi konten di akunnya.

"Saya pernah menolak kerja sama dengan store. Alasannya ngaruh dengan algoritma TikTok, biasanya kalau kita ambil bisa terkena PL maupun VT atau live, ngaruh ke akun TikTok," ujarnya.

Ketika Konten Menjadi Pekerjaan

Perubahan terbesar bagi Sulaiman bukan hanya jumlah pengikut atau jumlah penonton. Konten gim yang sebelumnya dibuat sebagai aktivitas pengisi waktu luang, kini telah menjadi sumber penghasilan.

Menariknya, pendapatan terbesar yang ia dapatkan saat ini bukan berasal dari iklan berbayar di media sosial melainkan dari keterlibatannya dalam berbagai kegiatan dan acara yang berkaitan dengan Mobile Legends: Bang Bang. Perubahan tersebut menunjukkan bagaimana ekosistem gim dan media sosial dapat membuka ruang ekonomi baru bagi kreator.

Seseorang tidak selalu membutuhkan perangkat mahal untuk memulai. Kreativitas, konsistensi, serta kemampuan membaca karakter audiens dan platform justru menjadi modal penting.

Namun, Sulaiman juga memahami ada konsekuensi lain di balik ekonomi kreator. Ketika penonton didominasi anak-anak dan remaja, setiap konten membawa tanggung jawab.

Karena itu, ia memilih menjaga bahasa dan perilaku ketika berada di depan kamera. "Batasan saya itu buat anak-anak, ucapan dijaga, harus ramah sama tidak toxic, itu saja," katanya menegaskan.

Lima Tahun ke Depan

Popularitas di media sosial selalu bergerak dinamis. Video yang hari ini mendapatkan jutaan penonton belum tentu memperoleh respons serupa esok hari.

Sulaiman menyadari hal tersebut. Karena itu, ia tidak memasang target yang terlalu jauh dari dunia yang kini membesarkan namanya.

Dalam lima tahun ke depan, dirinya ingin tetap menjadi kreator konten gim dan mempertahankan sumber penghasilan dari aktivitas tersebut.

"Target lima tahun ke depan mungkin bertahan menjadi konten kreator game karena penghasilan dari konten. Kita juga tidak tahu ke depannya, intinya konsisten berusaha agar algoritme dan trafik TikTok tidak turun," ujarnya.

Kisah Sulaiman memperlihatkan wajah baru ekonomi kreator di Indonesia. Modal awal tidak selalu harus berupa kamera mahal, studio, atau komputer canggih. Sebuah ponsel, ide, dan kemauan untuk terus mengunggah pun bisa menjadi pintu masuk.

Tetapi, viralitas hanyalah awal. Di balik satu video yang mampu mengumpulkan 6,8 juta penonton, ada enam bulan ketika pertumbuhan berjalan lambat.

Ada rutinitas mencari ide, merekam, menyunting, dan mengunggah. Ada pula keputusan untuk menjaga konten tetap ramah bagi audiens muda.

Pada akhirnya, bagi Franco 1 Hit, satu hook mungkin bisa menjatuhkan lawan dalam permainan. Tetapi untuk bertahan sebagai kreator, ia membutuhkan satu hal yang jauh lebih sulit: konsistensi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....