Siaran RRI Sampai ke Mancanegara, Begini Kiprah Voice of Indonesia

  • 10 Sep 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Voice of Indonesia (VOI) merupakan salah satu pelopor media penyiaran Indonesia dalam memperkenalkan negara kepada dunia internasional sejak sebelum era internet berkembang.
  • Radio menjadi medium komunikasi strategis bagi Indonesia untuk menyebarkan informasi, budaya, dan identitas nasional ke seluruh penjuru dunia pada masa pra-digital.
  • Pertumbuhan VOI menandai pentingnya peran sektor penyiaran publik dalam diplomasi budaya dan soft power Indonesia di tingkat global.

RRI.CO.ID, Jakarta - Jauh sebelum informasi dapat tersebar melalui internet, radio menjadi salah satu jalan Indonesia memperkenalkan dirinya kepada dunia. Voice of Indonesia (VOI) tumbuh sebagai bagian dari sejarah penyiaran Indonesia.

VOI merupakan saluran siaran milik Radio Republik Indonesia (RRI) untuk pendengar luar negeri. VOI menyajikan informasi mengenai Indonesia, termasuk berita, budaya, musik, serta diplomasi publik melalui berbagai bentuk siaran.

Keberadaan VOI berawal dari kebutuhan Indonesia menyampaikan kabar kemerdekaan kepada masyarakat dunia setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Awalnya, VOI mengudara dengan nama Voice of Free Indonesia, lalu menghapus kata 'free' pada tahun 1950.

Joesoef Ronodipoero membacakan Proklamasi melalui Jawatan Radio pada malam kemerdekaan menggunakan pemancar gelombang pendek Bandung. Presiden Soekarno menyampaikan pidato melalui radio tersebut pada 25 Agustus, disusul Wakil Presiden Mohammad Hatta pada 29 Agustus.

Siaran dari Yogyakarta mulai berlangsung pada 17 Juni 1946 menggunakan bahasa Inggris, Belanda, dan Prancis. VOI juga turut menyiarkan Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung di Bandung pada 1955.

Perkembangan berikutnya ditandai pembangunan kompleks pemancar RRI Cimanggis pada 1964 yang resmi digunakan beberapa tahun kemudian. Kompleks tersebut memiliki enam pemancar berkekuatan 125 kilowatt yang secara khusus ditujukan untuk mendukung siaran luar negeri.

Melansir laman RRI, VOI mengalami perubahan bentuk dan format siaran pada 2019 melalui sejumlah penyesuaian program. Salah satu perubahan tersebut berupa siaran perbatasan yang dipancarkan melalui lima stasiun RRI terluar Indonesia setiap pagi.

VOI memanfaatkan berbagai bahasa untuk memperkenalkan kebudayaan dan pengetahuan Indonesia kepada pendengar internasional. Masih melansir dari RRI, hingga 2023 VOI menyiarkan program dalam sembilan bahasa melalui gelombang pendek pada waktu tertentu.

Bahasa yang digunakan meliputi Indonesia, Inggris, Arab, Belanda, Jerman, Jepang, Prancis, Spanyol, dan Tionghoa. Selain radio, VOI kini hadir secara daring sehingga pendengar dapat mengakses siaran melalui internet selama 24 jam.

Sejumlah program VOI antara lain Indonesia Hari Ini, Indonesia Today, dan VOI Biztalk. Tak hanya itu, VOI juga mengadakan Diplomatic Forum yang mempertemukan duta besar, tokoh kementerian, serta akademisi untuk membahas berbagai isu.

LPP RRI terus berkomitmen memenuhi kebutuhan informasi, pendidikan, budaya, dan hiburan bagi masyarakat luas dengan berbagai saluran tersebut. VOI juga menjadi wujud peran RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang hadir untuk pendengar di manapun berada. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....