Serupa tapi Tak Sama, Apa Bedanya Margarin dan Mentega?
- 06 Sep 2026 00:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mentega adalah produk olahan susu yang dibuat dengan mengocok krim hingga lemaknya terpisah dari cairan buttermilk.
- Margarin dan mentega memiliki perbedaan dalam hal bahan baku, kandungan nutrisi, rasa, tekstur, dan aplikasi penggunaan dalam memasak.
- Proses pembuatan mentega menghasilkan dua produk sekaligus: lemak mentega dan cairan susu yang disebut buttermilk.
RRI.CO.ID, Jakarta - Margarin dan mentega sekilas terlihat mirip, tetapi keduanya memiliki sejumlah perbedaan. Perbedaan tersebut meliputi bahan baku, kandungan, rasa, tekstur, hingga penggunaannya.
Melansir Halodoc, mentega atau butter merupakan produk olahan susu yang dibuat dengan mengocok krim hingga lemaknya terpisah. Proses tersebut menghasilkan lemak mentega dan cairan susu bernama buttermilk.
Mentega paling umum dibuat dari susu sapi, meski dapat berasal dari susu kambing, kerbau, atau domba. Mentega memiliki aroma susu yang khas serta rasa gurih, sehingga sering dipilih untuk memperkuat cita rasa makanan.
Dari sisi kandungan, mentega didominasi lemak, terutama lemak jenuh, serta mengandung kolesterol karena berasal dari hewan. Satu sendok makan mentega umumnya mengandung sekitar tujuh gram lemak jenuh dan 30 miligram kolesterol.
Mentega juga menjadi sumber alami vitamin larut lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K2 dalam jumlah tertentu. Sementara itu, margarin merupakan produk non-dairy dan umumnya menggunakan minyak nabati sebagai bahan utama.
Minyak dalam margarin dapat berasal dari kelapa sawit, kedelai, kanola, atau jagung. Karena berbahan nabati, margarin pada dasarnya tidak mengandung kolesterol dari bahan hewani.
Namun, kandungan dan komposisi margarin dapat berbeda antara produk dan merek. Karena itu, konsumen tetap perlu memperhatikan informasi nilai gizi pada kemasan.
Proses pembuatan margarin dapat menggunakan hidrogenasi, interesterifikasi, kristalisasi, atau emulsifikasi. Melansir Dapur Umami, hidrogenasi mengubah minyak menjadi bentuk lebih padat, sedangkan interesterifikasi dapat menghasilkan margarin tanpa lemak trans.
Dari segi tekstur, margarin cenderung lebih padat, sedangkan mentega terasa lebih lembut dan cepat meleleh. Warna mentega umumnya kuning lebih pucat, sedangkan margarin cenderung memiliki warna kuning yang lebih pekat.
Margarin dapat digunakan sebagai olesan roti, bahan menumis, serta berbagai hidangan dan olahan makanan. Menurut Dapur Umami, margarin cocok untuk bolu atau kue basah karena membantu menghasilkan tekstur lembut.
Mentega juga dapat digunakan untuk menumis sayuran, memanggang steak, serta berbagai teknik memasak lainnya. Untuk kue kering, mentega dapat menghasilkan tekstur renyah sekaligus aroma yang lebih kuat.
Pemilihan margarin atau mentega untuk membuat makanan sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan hasil yang diinginkan. Selain kegunaan, titik asap juga perlu diperhatikan saat memilih lemak untuk memasak.
Mentega memiliki titik asap yang relatif rendah dibandingkan beberapa jenis margarin. Karena itu, mentega lebih sesuai digunakan dengan api kecil hingga sedang untuk mencegahnya cepat terbakar.
Dari segi kesehatan, kandungan lemak jenuh dan kolesterol membuat konsumsi mentega perlu diperhatikan. Margarin dapat mengandung lebih banyak lemak tak jenuh, tetapi konsumen tetap perlu memeriksa label kemasan. (Shafa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....