Jabar Tambah Tiga Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat

  • 31 Agt 2026 23:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Zona KHAS sendiri ditempatkan di beberapa tempat, salah satunya sekolah, perkantoran, madrasah, pesantren, pusat belanja dan ruang publik.
  • Zona KHAS merupakan upaya untuk menghadirkan kuliner memenuhi standar halal, aman dan sehat

RRI.CO.ID, Kota Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menambah tiga Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS). Dengan penambahan tersebut, kini terdapat 12 Zona KHAS di seluruh wilayah Jawa Barat.

Tiga Zona KHAS tersebut berada di Kantin Gedung Sate, Kantin Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bandung dan kawasan kuliner Masjid At-Thohir Depok.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, penetapan Zona KHAS merupakan upaya menghadirkan kuliner yang memenuhi standar halal, aman, dan sehat. Upaya tersebut dimulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga penyajian kepada konsumen.

Untuk mewujudkannya, pelaku UMKM di kawasan Zona KHAS harus memenuhi persyaratan sertifikasi. Persyaratan tersebut meliputi sertifikasi halal serta sertifikasi keamanan dan kesehatan pangan.

"Zona KHAS bukan sekadar label halal, Zona KHAS menjadi standar baru. Tujuannya memastikan produknya halal, pangannya aman, pengolahannya sehat, lingkungannya bersih, pelayanannya baik, dan pelaku usahanya berdaya," kata Erwan dalam acara peresmian Zona KHAS di Kantin Gedung Sate, Senin, 31 Agustus 2026.

Zona KHAS ditempatkan di berbagai lokasi, seperti sekolah, perkantoran, madrasah, pesantren, pusat perbelanjaan, dan ruang publik. Penempatan tersebut disesuaikan dengan karakteristik kawasan dan kebutuhan masyarakat.

Kantin Gedung Sate menjadi representasi Zona KHAS di kawasan perkantoran. Sementara itu, Kantin MAN 1 Kota Bandung menjadi Zona KHAS di kawasan pendidikan.

Kawasan kuliner Masjid At-Thohir Depok menjadi representasi Zona KHAS di destinasi pariwisata. Kawasan tersebut mendukung pengembangan konsep wisata ramah Muslim.

Zona KHAS merupakan hasil kolaborasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, dan pemerintah daerah.

"Zona KHAS diharapkan meningkatkan kepercayaan konsumen. Selain itu, zona ini dapat mendukung pengembangan pariwisata ramah Muslim," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....