Batas Potongan Layanan Transportasi Daring Perlu Kajian Mendalam
- 03 Mei 2026 17:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Asosiasi Industri Mobilitas dan Pengantaran Digital Indonesia (MODANTARA) mendorong dilakukannya kajian komprehensif
- Terkait rencana pembatasan potongan platform dalam ekosistem mobilitas dan pengantaran digital
- Langkah ini dinilai penting agar kebijakan yang diambil dapat menjaga keseimbangan
RRI.CO.ID, Jakarta - Asosiasi Industri Mobilitas dan Pengantaran Digital Indonesia (MODANTARA) mendorong dilakukannya kajian komprehensif. Terkait rencana pembatasan potongan platform dalam ekosistem mobilitas dan pengantaran digital.
Langkah ini dinilai penting agar kebijakan yang diambil dapat menjaga keseimbangan. Antara peningkatan kesejahteraan mitra dan keberlanjutan industri.
“Kami memahami semangat pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi. Namun, kebijakan yang diambil perlu mempertimbangkan data, kondisi ekonomi, dan keberlanjutan ekosistem secara menyeluruh,” kata Direktur Eksekutif MODANTARA, Agung Yudha, Minggu, 3 Mei 2026.
MODANTARA menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kesejahteraan mitra pengemudi dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta. Menurut asosiasi, mitra pengemudi merupakan bagian penting dalam menopang layanan mobilitas dan pengantaran digital yang saat ini berkembang pesat.
Ia mengatakan setiap upaya meningkatkan perlindungan sosial, keselamatan kerja, dan keberlanjutan penghasilan mitra perlu didukung. Namun rencana pembatasan potongan platform hingga maksimal 8 persen perlu dikaji lebih mendalam dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, kebijakan tersebut memiliki potensi dampak luas terhadap operasional platform, termasuk pada layanan, insentif, dan aspek keselamatan mitra. MODANTARA menilai ekosistem mobilitas digital saat ini melibatkan struktur biaya yang kompleks, mulai dari pengembangan teknologi, layanan pelanggan, sistem pembayaran, hingga perlindungan risiko.
Selain itu, sektor ini telah melibatkan jutaan mitra pengemudi aktif serta mendukung berbagai sektor lain. Termasuk pelaku UMKM yang bergantung pada layanan logistik dan mobilitas.
Agung menambahkan, setiap platform memiliki model bisnis yang berbeda, sehingga pendekatan kebijakan perlu mempertimbangkan keberagaman tersebut. Ia juga menekankan pentingnya menjaga iklim investasi dan keberlanjutan usaha dalam pengembangan ekonomi digital nasional.
“Pendekatan yang inklusif dan berbasis dialog diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan mitra. Tetapi juga menjaga keberlangsungan ekosistem secara jangka panjang,” ucapnya.
MODANTARA berharap proses perumusan kebijakan dapat dilakukan secara bertahap. Tentu dengan memperhatikan dinamika industri serta dampaknya terhadap masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....