KNPI Tekankan Kritik Akademisi Harus Jaga Integritas Publik

  • 11 Apr 2026 17:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menyentil akademisi Ubedillah Badrun soal kritik terhadap pemerintah
  • Ia menilai pernyataan Ubedillah sarat opini politis yang dibungkus seolah pandangan akademik
  • Narasi tersebut tidak mencerminkan kedalaman analisis ilmiah dan cenderung menyesatkan opini publik

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menyoroti akademisi Ubedillah Badrun soal kritik terhadap pemerintah. Ia menilai pernyataan Ubedillah sarat opini politis yang dibungkus seolah pandangan akademik.

“Jangan bungkus opini politis dengan jubah akademisi. Publik bisa membedakan kritik berbasis kajian atau retorika,” kata Haris, Sabtu, 11 April 2026.

Menurut Haris, pernyataan yang menyebut pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai beban bangsa terlalu berlebihan. Ia menilai narasi tersebut tidak mencerminkan kedalaman analisis ilmiah dan cenderung menyesatkan opini publik.

Haris juga menyoroti wacana pemakzulan yang dinilai tidak bisa disederhanakan tanpa dasar konstitusional kuat. Ia menegaskan, pemakzulan merupakan mekanisme serius yang harus disertai bukti dan landasan hukum jelas.

Lebih lanjut, ia mengingatkan kritik tidak berkembang menjadi provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional. Menurutnya, pengaitan gerakan sosial berlebihan berisiko memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Haris menilai akademisi seharusnya menjadi penjernih dalam dinamika politik, bukan memperkeruh ruang publik. Ia menekankan pentingnya menjaga marwah intelektual dan menyampaikan gagasan yang konstruktif.

Di sisi lain, ia menyebut pemerintah tengah berupaya menjalankan agenda pembangunan di tengah tantangan global. Karena itu, kritik diharapkan bersifat solutif dan memperkuat, bukan sekadar menjatuhkan.

Haris mengajak seluruh elemen bangsa menjaga integritas. Serta menghadirkan gagasan mencerahkan bagi publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....