Legislator Erna Dorong Festival Daerah Tembus Agenda Nasional
- 06 Jul 2025 11:31 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu – Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, memberikan apresiasi tinggi terhadap suksesnya penyelenggaraan Festival Tabut Bengkulu 2025 yang berlangsung meriah dan dipadati pengunjung. Dalam keterangannya saat menghadiri penutupan festival, Erna menyebut Festival Tabut bukan hanya tradisi, tapi juga potensi besar untuk mengangkat Bengkulu ke panggung budaya nasional dan internasional.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Festival ini penuh, padat, meriah, dan menunjukkan bahwa masyarakat benar-benar mencintai budaya Tabut. Ini harus terus dijaga keasliannya agar semakin dikenal luas, baik secara nasional maupun internasional,” kata Erna, Sabtu (5/7/2025).
Politisi perempuan dari Partai NasDem ini menekankan pentingnya menjaga orisinalitas tradisi dan memperluas promosi budaya lokal di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.
Ia menyoroti bahwa Festival Tabut yang telah masuk dalam 50 besar agenda kalender event nasional Kemenparekraf adalah bukti bahwa budaya lokal bisa bersaing di level nasional. Namun, menurutnya, pekerjaan belum selesai.
“Yang kita dengar dan lihat saat ini belum membuat kita sepenuhnya optimis. Masih banyak yang harus diperbaiki. Termasuk bagaimana kita menggali potensi budaya di daerah-daerah lain yang belum tersorot,” ujarnya.

Foto : Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, yang hadir dalam penutupan Festival Tabut 2025.
Ia mencontohkan wilayah Bengkulu Utara yang sedang mengusulkan salah satu acara budayanya untuk masuk dalam agenda nasional. Langkah ini menurut Erna harus diikuti oleh daerah lainnya agar semua potensi budaya Bengkulu bisa mendapat tempat yang layak.
“Bayangkan jika seluruh 10 kabupaten dan kota di Bengkulu secara serentak mengangkat dan mempromosikan budaya mereka. Bengkulu akan dikenal sebagai pusat budaya Nusantara dengan kekhasan dan kekuatan identitas yang luar biasa,” tegasnya.
Festival Tabut sendiri, lanjut Erna, adalah contoh nyata akulturasi budaya Islam Nusantara yang telah melekat kuat dalam identitas masyarakat Bengkulu. Oleh karena itu, budaya lokal seperti ini harus terus dijaga dan dikembangkan tanpa kehilangan akar tradisinya.
“Tidak menutup kemungkinan budaya-budaya tingkat kabupaten bisa masuk dalam gerakan budaya nasional. Yang diperlukan adalah keseriusan, dukungan politik, dan sinergi antara pemerintah daerah, pusat, serta masyarakat,” tutup Erna Sari Dewi dengan optimisme tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....