PSSI dan FIFA Perkuat Fondasi Sepak Bola Indonesia
- 05 Sep 2026 11:06 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Indonesia melalui kolaborasi strategis bersama FIFA. Dukungan tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, pengembangan sepak bola usia dini, pembinaan talenta, serta penguatan sepak bola wanita.
Dikutip dari laman PSSI pada Sabtu, 5 September 2026, salah satu proyek utama kerja sama PSSI dan FIFA adalah pembangunan Pusat Pelatihan Nasional PSSI di Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek tersebut mendapat dukungan pendanaan sebesar 5,4 juta dolar Amerika Serikat melalui Program FIFA Forward, ditambah investasi dari pemerintah Indonesia.
Pusat Pelatihan Nasional PSSI dibangun di atas lahan seluas 34,52 hektare dan dirancang sebagai pusat pengembangan sepak bola nasional. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk mendukung persiapan tim nasional sekaligus berbagai program pembinaan sepak bola.
Kawasan tersebut dilengkapi dan akan dikembangkan dengan sejumlah fasilitas, termasuk stadion mini, kolam renang, serta delapan lapangan sepak bola. Kehadiran fasilitas ini menjadi tonggak penting karena Indonesia untuk pertama kalinya memiliki pusat pelatihan nasional yang dibangun khusus sebagai pusat pembinaan sepak bola.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan apresiasi terhadap dukungan FIFA melalui berbagai program pengembangan sepak bola nasional. Ia menyebut FIFA Forward, Football for Schools, dan FIFA Arena telah memberikan kontribusi terhadap penguatan ekosistem sepak bola Indonesia.
“Dalam beberapa tahun terakhir, program-program seperti FIFA Forward, Football for Schools, dan FIFA Arena telah memberikan kontribusi yang berarti untuk memperkuat ekosistem sepak bola kita, mulai dari infrastruktur dan pengembangan akar rumput hingga menyediakan akses yang lebih besar ke sepak bola bagi anak-anak dan masyarakat,” kata Erick Thohir, seperti dikutip PSSI dari situs resmi FIFA.
Komitmen PSSI dalam memanfaatkan Program FIFA Forward juga mendapat pengakuan internasional melalui Penghargaan Emas FIFA Forward pada KTT Eksekutif Sepak Bola FIFA di Miami, Amerika Serikat, pada Juni 2025. Erick mengatakan program tersebut turut memperkuat kapasitas operasional dan tata kelola PSSI sekaligus mendukung pembangunan pusat pelatihan nasional.
“Melalui FIFA Forward, kami telah memperkuat kapasitas operasional dan tata kelola yang baik, sementara Proyek Khusus FIFA Forward telah memberikan Indonesia sesuatu yang belum pernah kami miliki sebelumnya: Pusat Pelatihan Nasional pertama kami,” ujar Erick.
Di tingkat akar rumput, PSSI bersama FIFA menjalankan program Football for Schools yang telah menjangkau anak-anak di 38 provinsi Indonesia. Pada Mei 2025, dua lapangan mini FIFA Arena juga dibuka di Jakarta dan memberikan akses bermain sepak bola kepada sekitar 1.450 siswa di sekitar kawasan sekolah.
“FIFA Football for Schools telah membantu kami membawa sepak bola langsung ke anak-anak dan masyarakat, termasuk daerah terpencil, sementara Skema Pengembangan Bakat FIFA telah mendukung jalur pengembangan teknis kami secara berkelanjutan sejak tahun 2022,” ucap Erick.
Pengembangan sepak bola wanita juga menjadi bagian dari kolaborasi PSSI dan FIFA melalui FIFA Women’s Football Development Programmes. Dukungan tersebut membantu PSSI meluncurkan Strategi Sepak Bola Wanita Indonesia pada 2024, sedangkan FIFA Coach Education Scholarship turut membantu meningkatkan jumlah pelatih wanita berlisensi di Indonesia.
“Kami juga telah melihat kemajuan signifikan dalam sepak bola wanita. Dengan Program Pengembangan Sepak Bola Wanita FIFA, PSSI mampu meluncurkan Strategi Sepak Bola Wanita kami pada tahun 2024,” tutur Erick.
Kemitraan PSSI dan FIFA kini memasuki fase baru dengan kehadiran kantor FIFA di Jakarta yang menjadi pusat FIFA untuk kawasan yang mencakup 21 Asosiasi Anggota di Asia Tenggara dan Asia Timur. Erick mengatakan kemitraan tersebut bukan sekadar pembangunan fasilitas, melainkan upaya jangka panjang untuk membangun fondasi sepak bola Indonesia yang kuat dan berkelanjutan.
“Bagi PSSI, kemitraan kami dengan FIFA lebih dari sekadar infrastruktur atau program individual. Ini tentang membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan untuk masa depan sepak bola Indonesia,” kata Erick.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....