Garuda Academy Cetak Pemimpin untuk Masa Depan Sepak Bola Indonesia

  • 01 Agt 2026 15:10 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengapresiasi penyelenggaraan Garuda Academy Year II setelah rangkaian pembelajaran tatap muka CORE 1.0 resmi berakhir. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memperkuat ekosistem sepak bola nasional melalui kepemimpinan dan sistem yang berkelanjutan.

Dikutip dari laman PSSI pada Sabtu, 1 Agustus 2026, Program Garuda Academy Year II CORE 1.0 berlangsung pada 23 hingga 31 Juli 2026, yang melibatkan 105 peserta terpilih dari berbagai daerah dan latar belakang profesi di Indonesia. Selama mengikuti kegiatan, para peserta memperoleh pembelajaran mengenai industri sepak bola modern sekaligus membangun jejaring serta bertukar pengalaman untuk memperkuat kolaborasi di sektor sepak bola.

Dalam kesempatan tersebut, Erick menyampaikan apresiasi kepada FIFA yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sepak bola Indonesia. Ia menilai besarnya kecintaan masyarakat terhadap sepak bola harus diimbangi dengan upaya membangun ekosistem yang profesional dan berkelanjutan.

"Terima kasih kepada FIFA yang sudah mendukung kemajuan sepak bola Indonesia. Kita tahu kecintaan masyarakat terhadap sepak bola begitu besar," ujar Erick.

Erick menegaskan bahwa transformasi sepak bola Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain, pelatih, maupun performa tim di lapangan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sepak bola juga bergantung pada kepemimpinan yang kuat serta sistem yang mampu menjaga keberlanjutan pembinaan.

"Sebagian komponen, backbone-nya ya adalah kita semua. Saya berulang kali menyampaikan bahwa leadership harus ada di dalam sepak bola, termasuk di dalamnya dengan sistem yang baik," katanya.

Lebih lanjut, Erick menantang seluruh peserta Garuda Academy Year II untuk menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi industri sepak bola Indonesia. Ia mengingatkan bahwa fondasi yang telah dibangun harus terus dijaga agar transformasi sepak bola nasional tidak mengalami kemunduran.

"Kita serius membangun leadership. Jangan sampai fondasi yang sudah dibangun ini mengalami kemunduran. Apa yang dilakukan harus memberi manfaat bagi keluarga dan juga bangsa. Tidak ada transformasi yang berhasil tanpa komitmen leadership dan sistem," kata Erick.

Selama pelaksanaan CORE 1.0, peserta mempelajari berbagai materi yang berkaitan dengan industri sepak bola modern. Materi tersebut meliputi ekosistem sepak bola, safeguarding, komersialisasi, pengembangan merek, hingga manajemen penyelenggaraan pertandingan yang dipadukan dengan diskusi kelompok, studi kasus, presentasi, dan evaluasi.

PSSI berharap bekal yang diperoleh peserta selama mengikuti Garuda Academy Year II dapat diterapkan dalam pengembangan sepak bola di berbagai daerah maupun institusi tempat mereka berkarya. Melalui program ini, diharapkan lahir lebih banyak pemimpin yang mampu mendorong terciptanya tata kelola sepak bola Indonesia yang semakin profesional.

Rangkaian Garuda Academy Year II selanjutnya akan memasuki tahap CORE 2.0 yang dijadwalkan berlangsung pada 20–22 Agustus 2026. Pada tahap tersebut, peserta akan mendapatkan materi lanjutan untuk memperkuat kapasitas mereka dalam mendukung pengembangan industri dan ekosistem sepak bola Indonesia secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....