Pengusaha Batik Lokal Berharap Batik Terus Berkarya dan Mendunia

  • 02 Okt 2026 17:06 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bengkulu Utara - Peringatan Hari Batik Nasional 2026 menjadi momentum bagi para pengusaha batik lokal di untuk memperkuat semangat dalam melestarikan sekaligus mengembangkan batik sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Di tengah perkembangan zaman dan perubahan tren fesyen, pelaku usaha batik berharap produk lokal tetap mampu bertahan, berinovasi, dan memiliki daya saing yang lebih luas.

Owner Batik Kagano khas Bengkulu Utara Leni Febrianti berharap perkembangan teknologi dan perubahan selera masyarakat tidak menjadi hambatan bagi keberlangsungan usaha batik. Sebaliknya, perkembangan zaman diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menciptakan berbagai inovasi, baik dari sisi motif, warna, desain maupun pemasaran, sehingga batik daerah semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Batik lokal dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu media dalam memperkenalkan kekayaan budaya Bengkulu Utara. Beragam unsur budaya dan kearifan lokal dapat dituangkan dalam motif batik sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa cerita dan identitas daerah.

"Hari Batik Nasional jadi momen penting bagi kami selaku pengusaha batik lokal. Tentunya momen ini menjadi motivasi bagi pembatik lokal untuk terus berinovasi dengan batik-batik yang kami buat," ujar Leni Febrianti kepada RRI Jumat 2 Oktober 2026.

Proses pembuatan batik kagano (foto:aisyahdini/RRI)

Leni juga berharap dukungan dari berbagai pihak terus diberikan, mulai dari pemerintah daerah, komunitas, pelaku ekonomi kreatif hingga masyarakat. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui pembinaan, pelatihan, promosi, penggunaan produk batik lokal dalam berbagai kegiatan, serta membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi para pengrajin dan pengusaha batik.

Memasuki era pemasaran digital, pelaku usaha batik lokal juga dituntut untuk mampu memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital sebagai sarana promosi. Dengan strategi pemasaran yang lebih kreatif, batik lokal khsusunya Bengkulu Utara diharapkan tidak hanya dikenal di lingkungan daerah, tetapi juga mampu menjangkau konsumen dari berbagai wilayah di Indonesia.

Keberlangsungan usaha batik bukan hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda. Ke depan, pengusaha batik lokal Bengkulu Utara berharap para pelaku usaha dapat terus berkarya dan menjadi pionir dalam mempromosikan identitas budaya daerah ke tingkat nasional maupun internasional.

"Dengan inovasi, kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, batik lokal khusunya natik kagano diharapkan mampu berkembang menjadi produk budaya. Yang tidak hanya dikenal di daerah, namun juga dikenal ditingkat nasional hingga internasional," ucapnya.

Momentum Hari Batik Nasional 2026 juga diharapkan semakin membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk batik lokal. Mencintai produk lokal adalah wujud nyata dari cinta tanah air, nasionalisme, dan bela ekonomi bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....