PGRI Tekankan Nilai Pancasila kepada Siswa untuk Cegah Radikalisme

  • 01 Okt 2026 13:45 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bengkulu menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutan kepada siswa di lingkungan sekolah. Penguatan nilai kebangsaan dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa sekaligus mencegah masuknya paham radikalisme di lingkungan pendidikan.

Sekretaris PGRI Kota Bengkulu, Mukhtarimin, mengatakan nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya disampaikan saat momentum peringatan hari besar nasional. Nilai tersebut harus diterapkan dalam proses belajar mengajar dan kehidupan sehari-hari di sekolah.

“Pancasila ini jangan hanya kita ingat ketika ada peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Nilai-nilainya harus terus ditanamkan kepada anak-anak dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan mereka sehari-hari,” kata Mukhtarimin, Kamis 1 Oktober 2026.

Menurutnya, nilai gotong royong, toleransi, menghargai perbedaan, saling menghormati dan menjaga persatuan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa. Guru juga diharapkan tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi mampu memberikan contoh melalui sikap dan perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah.

“Anak-anak perlu dibiasakan untuk menghargai perbedaan, bekerja sama, saling menghormati dan tidak mudah menyalahkan orang lain. Ini bagian dari nilai Pancasila yang harus mereka rasakan dalam kehidupan di sekolah,” ujarnya.

Mukhtarimin menilai perkembangan teknologi dan media sosial juga menjadi perhatian dalam pembentukan karakter siswa. Banyaknya informasi yang diterima anak setiap hari membuat kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting.

Karena itu, siswa perlu diberikan pemahaman agar tidak langsung menerima setiap informasi yang ditemukan di media sosial. Mereka harus mampu melihat sumber informasi, memahami konteks dan membedakan informasi yang benar dengan informasi yang dapat memecah persatuan.

“Kita juga harus membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis. Jangan sampai mereka menerima begitu saja informasi yang ada di media sosial. Guru harus mengajak mereka berdiskusi dan melihat sebuah informasi secara lebih bijak,” tuturnya.

PGRI Kota Bengkulu mendorong sekolah untuk menciptakan ruang belajar yang terbuka dan nyaman bagi seluruh siswa. Perbedaan latar belakang, pendapat maupun karakter siswa harus menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk membangun sikap saling menghargai.

Menurut Mukhtarimin, pendekatan dialog juga penting dilakukan ketika menemukan perbedaan pandangan di kalangan siswa. Guru diharapkan dapat menjadi pihak yang memberikan pemahaman dengan cara yang santun dan mendidik.

Ia menambahkan, pencegahan paham radikalisme tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah. Peran orang tua dan lingkungan keluarga juga sangat diperlukan untuk memberikan pendampingan kepada anak.

Komunikasi antara guru dan orang tua perlu diperkuat sehingga perkembangan sikap dan perilaku siswa dapat diketahui bersama. Dengan komunikasi tersebut, berbagai persoalan yang muncul dapat ditangani lebih awal melalui pendekatan pendidikan.

PGRI Kota Bengkulu berharap penguatan nilai Pancasila dapat terus dilakukan secara konsisten, bukan hanya melalui mata pelajaran tertentu, tetapi juga melalui berbagai aktivitas siswa di sekolah. Dengan pembiasaan tersebut, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, mampu menghargai perbedaan, tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan, serta tetap memiliki semangat persatuan dan kebinekaan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....