Mahasiswa KKN UNIB Edukasi Siswa Kelola Sampah Kreatif sejak Dini

  • 21 Jul 2026 12:17 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Kaur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Bengkulu (UNIB) Kelompok 216 mengedukasi siswa kelas III SD Negeri 86 Kaur tentang pentingnya pengelolaan sampah dan kesadaran hukum melalui Program SAKU (Sampahku Kreasiku), di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Senin 20 Juli 2026.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini sekaligus mendorong kreativitas anak dalam memanfaatkan sampah anorganik.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan materi mengenai jenis-jenis sampah, cara memilah sampah organik dan anorganik, serta dampak buruk membuang sampah sembarangan terhadap lingkungan. Siswa juga dikenalkan pentingnya mematuhi aturan menjaga kebersihan sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin dan kesadaran hukum sejak dini.

Penanggung jawab sosialisasi, Saur Br. Manurung, mengatakan edukasi ini dirancang untuk membangun kebiasaan baik pada anak-anak agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Menurutnya, menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan pemahaman bahwa membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah dengan benar merupakan kebiasaan yang harus diterapkan sejak kecil," ujarnya.

Tak hanya menerima materi, para siswa juga mengikuti praktik membuat celengan dari botol plastik dan kardus bekas melalui Program SAKU.

“Kegiatan ini bertujuan menunjukkan bahwa sampah anorganik masih memiliki nilai guna jika diolah secara kreatif, sekaligus melatih keterampilan dan imajinasi anak-anak,” katanya.

Foto : Siswa kelas III SD Negeri 86 Kaur mengikuti praktik pembuatan celengan dari botol plastik bekas dan kardus dalam Program SAKU (Sampahku Kreasiku) yang dipandu oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Bengkulu Kelompok 216 sebagai upaya meningkatkan kreativitas sekaligus pemanfaatan sampah anorganik. Senin (20/7/2026). (Dok. KKN 216 UNIB).

Penanggung jawab Program SAKU, Desta Tri, menjelaskan metode praktik dipilih agar siswa lebih mudah memahami materi yang telah disampaikan. Menurutnya, pemanfaatan barang bekas menjadi produk sederhana diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan mendaur ulang sejak usia sekolah dasar.

Guru SD Negeri 86 Kaur, Pelita Bindang, mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN UNIB karena materi disampaikan secara interaktif sehingga siswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa KKN Tematik Universitas Bengkulu di Desa Tanjung Agung. Meski kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 86 Kaur yang berada di Desa Tanjung Baru, sekolah tersebut menjadi tempat belajar bagi banyak anak dari Desa Tanjung Agung dan wilayah sekitarnya.

“Melalui edukasi ini, mahasiswa berharap budaya memilah sampah, menjaga kebersihan, dan memanfaatkan barang bekas dapat menjadi kebiasaan yang terus tumbuh di kalangan pelajar,” tururnya.

*Penulis: Yunti Anita (Mahasiswi KKN Kelompok 216 Universitas Bengkulu Program Studi jurnalistik Fisip)*

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....