Wajah Baru Hiasi Daftar Peraih Emas Kejurnas Hapkido Bengkulu

  • 01 Okt 2026 08:48 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu- Wajah baru bermunculan dalam pertandingan di cabang olahraga Hapkido Bengkulu , dengan debut atlet dan berhasil menjadi yang terbaik dalam pertandingan kelas elite . Arya Dwi Prasetyo Atlet muda Bengkulu secara pertama kalinya turun di klas Long Jump atau lompat jauh dan Klas ini memiliki karakteristik tersendiri di kelas yang dipertandingkan karena menguji kemampuan menguji tekni jatuhan melewati ringan horizontal.

Sebanyak 16 Medali diraih Pengprov Hapkido Bengkulu pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) IX Senior – Junior Hapkido Indonesia 2026 Dan Kejuaraan Tingkat Nasional Terbuka (Open) III Cadet di GOR Siger Bandar Lampung. Pada kejurnas Open tersebut, Kontingen Hapkido Bengkulu menurunkan sebanyak 28 orang atlet dari kelas yang bervariasi baik dari profesional maupun amatir.

Kuda Hitam Arya Dwi Prasetyo secara perdana turun dikelas Long Jump , berhasil menoreh nilai 3,2 Meter dengan membawa nama harum provinsi Bengkulu karena di kelas ini atlet tersebut tampil secara maksimal dan latihan secara mandiri di Dojang. Sementara atlet lainnya yang digadang-gadang bisa mencapai target Fharel Erlangga Hustucri yang baru pertama kalinya turun membawa nama Bengkulu, di Senior Putra dikelas Laga Daeryun U67 Putra dan Keanzi Meanzi yang turun di Junior Putra Daeryun U55 kG terhempas diurutan kedua atau hanya mampu membawa pulang medali perak .

Berdasarkan bagan dari panitia pelaksana dan tampilan layar dari chanel Youtobe Kejurnas Hapkido , Fharel bertemu dengan atlet Kalimantan Timur, namun atlet tidak hadir maka wasit memenangkan Fharel dengan menang WO. Untuk di partai kedua, atlet ini bertemu dengan Bandar Lampung yang dimenangkan oleh Fharel sementara di babak final Fharel yang selama 2 tahun membawa nama Jawa Tengah ini terpaksa harus mengakui lawannya dari Jawa Barat dengan skor 8:16 .

Kedua atlet yang merupakan atlet binaan pemerintah provinsi Bengkulu melalui Koni Bengkulu ini turun dilaga kejurnas kali ini jauh dari target hasil kejurnas Hapkido sebelumnya, yang mana Farel sebelumnya membawa nama provinsi Jawa Tengah dan Kenzi berhasil membawa medali emas. Namun kini hanya mampu menempati posisi kedua dikelasnya masing-masing.

Atlet yang membawa pulang medali diantaranya Emas di Kejurnas yakni Arya Dwi Prasetyo Junior Putra (Long Jump) , Perak yakni Fharel Erlangga Hustuchri (Senior Putra Daeryun U67 Kg) , Ria Puspita Dewi (Senior Putri Daeryun U55 Kg ), Kenzie Meanzi (Junior Putra Daeryun U55 Kg), Perunggu yakni Muhammad Dzikri lstibra (Long Jump Junior Putra ), Agil Fitra Nopriansya Senior Putra (Daeryun U84 Kg), Yeli Triana Lestari Senior Putri (Daeryun U55 Kg), Roby Aldian Atlet Senior Putra (Daeryun U62 Kg, Daffa Aleandro Lorenzo Atlet Senior Putra (Daeryun U78 Kg), Fitry Virginia Agustin Junior Putri (Daeryun U42 Kg). Sementara atlet yang turun di kelas Open medali Perak diantaranya, Rasyid Marantika Khan Cadet Putra (Daeryun 30kg), Natania Rizki Ananda Junior Putri (Daeryun U42 Kg ), Raffasya Azka Hustuchri Junior Putra ( Daeryun U39 Kg), Ferdy Saputra Junior Putra (Daeryun U47 Kg) , Rhenji Galviano Cadet Putra (Daeryun U41 Kg), Radhiyah Salma Maisyah Cadet Putri (Daeryun U44 Kg).

Ketua Koni Provinsi Bengkulu Tengku Zulkarnain mengatakan, Cabor Hapkido salah satu yang menjadi binaan Koni provinsi Bengkulu dan 2 atlet telah masuk dalam tim binaan secara berkala jika prestasi secara konsisten tetap ada. Kedua atlet tersebut dikirim sebagai bentuk uji tanding dan melihat kemampuan diri secara kualitas dalam menghadapi PON 2028 sehingga diharapkan bisa mengukur kualitas secara evaluasi atlet.

"2 Atlet meraih medali perak dan saya ucapkan selamat atas keberhasilannya namun prestasi atlet menjadi bahan evaluasi Koni provinsi Bengkulu secara berkesinambungan. Kejurnas Hapkido IX 2026 Senior-Junior menjadi ajang Uji Tanding bagi kedua atlet ini" ujar Tengku Zulkarnain.

Lebih lanjut dikatakan Tengku, koni menjadikan ajang kejurnas yang diikuti atlet senior sebagai evaluasi sehingga dari hasil ini pun, cabor bisa mengevaluasi kembali mana atlet yang benar-benar layak untuk diusulkan menjadi atlet binaan koni . Secara teknis bisa didegradasi karena sejumlah pertimbangan ataupun bisa menambah dengan mengusulkan atlet yang memang berpotensi hasil kejurnas yang diikuti dan saat ini Koni terfokus pada program pembinaan atlet peraih medali untuk PON mendatang dan pola pembina salah satunya merubah peringkat klasemen di PON 2028 .

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....