Puluhan Sekolah di Bengkulu Mulai Direvitalisasi, Data Terus Diperbarui
- 22 Agt 2026 23:29 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu Zulhendri mengatakan program revitalisasi sekolah yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Bengkulu masih berlangsung secara bertahap. Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperbarui dan mengusulkan data satuan pendidikan yang membutuhkan revitalisasi kepada kementerian.
Zulhendri menyebut, berdasarkan data terakhir yang disampaikan ke pemerintah pusat, terdapat sekitar 38 SMA dan 22 SMK di Bengkulu yang masuk dalam program revitalisasi. Jumlah tersebut belum menjadi data final karena pengusulan masih berjalan dan pemerintah daerah masih diminta memperbarui data oleh kementerian.
Selain SMA dan SMK, revitalisasi juga mencakup Sekolah Luar Biasa (SLB). Zulhendri mengatakan jumlah SLB yang sebelumnya terdata satu sekolah kini bertambah menjadi tujuh sekolah dan datanya masih terus dimutakhirkan.
Untuk pengusulan secara keseluruhan, Dikbud Provinsi Bengkulu telah mengirimkan data sekitar 120 SMA dan sekitar 60 SMK. Sekolah yang sebelumnya telah menerima program revitalisasi dikeluarkan dari daftar usulan baru, sementara verifikasi dilakukan kementerian berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik).
"Kalau hasil komunikasi terakhir itu 38 SMA yang dapat, sedangkan SMK sekitar 22," kata Zulhendri, Sabtu 22 Agustus 2026. Ia menegaskan angka tersebut masih dapat berubah karena proses verifikasi dan pengusulan masih berlangsung.
Zulhendri mengatakan besaran anggaran revitalisasi berbeda pada setiap sekolah. Ada sekolah yang memperoleh sekitar Rp300 juta, Rp1 miliar, hingga Rp1,7 miliar, tergantung kebutuhan yang ditetapkan dalam proses verifikasi.
Ia mengakui pemerintah daerah sempat mempertanyakan adanya sekolah dengan jumlah murid relatif sedikit yang tetap mendapatkan program revitalisasi. Menurutnya, penetapan penerima dilakukan berdasarkan data Dapodik dan mekanisme verifikasi kementerian, bukan semata-mata berdasarkan pertimbangan pemerintah daerah.
Untuk SMK, pemerintah daerah juga dilibatkan dalam tim supervisi, sementara proses di lapangan melibatkan unsur TNI. Zulhendri memperkirakan terdapat sekitar 50-an SMK yang mendapatkan program revitalisasi berdasarkan perkembangan pengusulan dan verifikasi.
Program revitalisasi tersebut tidak hanya berupa perbaikan bangunan sekolah. Kebutuhannya dapat mencakup rehabilitasi, pembangunan ruang kelas baru (RKB), serta pekerjaan lain sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....