Kompos Dari Limbah Makanan MIliki Nilai Ekonomi Tinggi
- 30 Sep 2026 18:58 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu - Limbah makanan telah berkembang menjadi salah satu tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi paling mendesak di tingkat global. Berdasarkan data badan pangan dunia, sepertiga dari seluruh makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia terbuang di sepanjang rantai pasok pangan.
Melansir dari laman resmi Kemenkes RI di tengah krisis iklim dan keterbatasan lahan pembuangan akhir, pengelolaan limbah organik memerlukan pendekatan terpadu berbasis prinsip ekonomi sirkular. Penelitian mutakhir berfokus pada konversi limbah makanan menjadi produk bernilai tambah, seperti pupuk kompos dan biomassa Black Soldier Fly (BSF) atau maggot, guna menekan dampak buruknya terhadap lingkungan sekaligus memberikan keuntungan bidang ekonomi.
Terjadinya limbah makanan dipicu oleh berbagai faktor kompleks di sepanjang rantai pangan, mulai dari tahap pascapanen, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi akhir. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya limbah makananantara lain pengadaan berlebihan, standar estetika pasar, ketidak pahaman konsumen mengenai label makanan serta kurangnya fasilitas penyimpanan pada rantai pasok dan logistik.
Penanggulangan limbah makanan melalui kompos dan produksi maggot menjadi solusi terbaik untuk menanggulangi dampak buruknya. Proses komposting memanfaatkan mikroorganisme pengurai (bakteri dan jamur) untuk merombak materi organik kompleks menjadi humus yang kaya nutrisi.
Berbagai metode komposting akan mengurai limbah makanan tanpa menimbulkan bau, kompos yang dihasilkan kaya akan unsur hara makro dan mikronutrien yang siap diserap tanaman. Pengolahan kompos memberikan manfaat bagi lingkungan berupa mengurangi timbunan sampah, menurunkan emisi gas rumah kaca hingga memperbaiki kualitas air tanah.
Kompos sendiri bermanfaat untuk meningkatkan fertilitas dan struktur tanah, mencegah pelepasan gas metana serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis. Dampak positif di sisi ekonomi antara lain menghemat biaya pembelian pupuk sintetis bagi petani, nilai jual kompos sebagai produk pembenah tanah komersial dan efisiensi biaya retribusi sampah daerah.
Budidaya maggot memberikan manfaat bagi lingkungan yaitu menyusutkan volume sampah organik secara signifikan dan cepat, menekan jejak karbon pakan ternak konvensional serta menghasilkan pupuk organik bekas larva. Dampak positif di sisi ekonomi diantaranya sumber pakan berprotein tinggi untuk peternakan/ perikanan, membuka peluang usaha baru serta menghasilkan dua produk komersial sekaligus (maggot dan kasgot).
Sumber Kemenkes RI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....