Camat Pondok Kelapa Dorong Warga Manfaatkan Limbah Sabut Kelapa

  • 15 Sep 2026 14:10 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu Tengah - Camat Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Ridulima, mendorong masyarakat memanfaatkan limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi. Menurutnya, potensi kelapa yang cukup besar di wilayah tersebut harus diikuti dengan pengelolaan limbah yang produktif dan mampu memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Ridulima saat menghadiri kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis riset yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bengkulu (Unib) bersama Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah Indonesia (Apmikindo) Bengkulu Tengah di Kecamatan Pondok Kelapa, Selasa, 15 September 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus keterampilan dalam mengolah limbah kelapa.

Ridulima mengatakan, selama ini limbah sabut kelapa di sejumlah wilayah masih banyak ditemukan berserakan dan belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, sebagian masyarakat masih memilih membuang atau membakar limbah tersebut karena belum mengetahui potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.

"Kalau memang bisa bermanfaat untuk digunakan, jangan disia-siakan. Limbah kelapa, khususnya sabutnya, sebenarnya bisa diolah menjadi sesuatu yang menghasilkan," ujar Ridulima. Menurutnya, masyarakat perlu mulai melihat limbah tersebut bukan sebagai sesuatu yang harus dibuang, melainkan sebagai bahan baku yang memiliki nilai ekonomi.

Ia menilai pelatihan pengolahan limbah kelapa dapat menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat, terutama bagi ibu-ibu yang memiliki waktu untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dari rumah. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha kecil yang memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.

"Jangan hanya sekali mengikuti pelatihan, kemudian selesai begitu saja. Masyarakat harus melihat ini sebagai peluang untuk menambah penghasilan, terutama bagi ibu-ibu yang bisa mengerjakannya dari rumah," katanya.

Ibu-ibu di desa Pekik Nyaring membuat geo-tekstil berbahan sabut kelapa (coco fiber). Geo tekstile selanjutnya dapat dimnafattkan menjadi bahan kerajinan, kesenian hingga mode (dok;rri)

Ridulima berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan praktik, produksi, dan pengembangan usaha. Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat dapat dilihat ketika ilmu yang diberikan benar-benar diterapkan dan menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program agar masyarakat tidak kembali ke kebiasaan lama setelah kegiatan berakhir. Menurutnya, pendampingan lanjutan diperlukan untuk memastikan keterampilan yang diperoleh dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi.

Ridulima menyambut baik pelatihan pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi berbagai produk, termasuk cocofiber dan cocopeat. Ia berharap produk tersebut tidak hanya menjadi hasil pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk usaha masyarakat yang memiliki pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....