Pemkot Bengkulu Gandeng SPPG Manfaatkan Limbah Organik

  • 11 Sep 2026 12:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu mendorong pemanfaatan limbah organik dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pakan dalam budidaya maggot di sejumlah kelurahan. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, Pemkot Bengkulu telah berkomunikasi dengan sejumlah SPPG agar sampah organik yang dihasilkan tidak langsung dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan untuk mendukung budidaya maggot melalui program Berendo Maggot.

"Kepada SPPG kita sudah berkomunikasi. Seumpama kita ada penampungan sampah basah, maka tidak ada lagi yang dibuang karena dapat diolah sebagai pakan maggot," kata Dedy, Jumat 11 September 2026.

Menurut Dedy, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bengkulu mengurangi sampah organik sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. Budidaya maggot dinilai mampu mengubah sampah organik yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna menjadi sesuatu yang bermanfaat, Maggot yang dihasilkan selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan untuk budidaya ikan maupun ternak.

Dedy juga mendorong agar program Berendo Maggot dikembangkan di seluruh kelurahan di Kota Bengkulu. Pengelolaannya dapat dilakukan secara terintegrasi dengan budidaya ikan lele dan itik sehingga menghasilkan konsep pengelolaan sampah sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Harapan kita seluruh kelurahan bisa melakukan budidaya maggot. Jadi sampah organik ini tidak lagi menjadi masalah, tetapi bisa menjadi sumber pakan dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah di Kota Bengkulu akan diarahkan berdasarkan jenisnya. Sampah organik atau sampah basah dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sementara sampah plastik telah memiliki pihak yang menampung untuk selanjutnya didaur ulang.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu Anshar Amin mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah SPPG terkait pengelolaan sampah terpilah. "Kita telah bekerja sama dengan sejumlah SPPG terkait dengan sampah terpilah dan kita akan dorong seluruh SPPG di Kota Bengkulu agar sampahnya dapat diberikan kepada Berendo Maggot di sejumlah kelurahan yang membudidayakan maggot," kata Anshar.

Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas pengelolaan sampah organik dari sumbernya. Sampah yang sebelumnya berpotensi menambah volume di tempat pembuangan akhir (TPA) dapat dialihkan untuk dimanfaatkan dalam budidaya maggot.

Selain mengurangi timbulan sampah, budidaya maggot juga dinilai memiliki potensi ekonomi. Hasil budidaya dapat digunakan sebagai alternatif pakan ikan dan ternak, sehingga masyarakat tidak hanya membantu mengurangi sampah tetapi juga memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.

Pemkot Bengkulu berharap pola pengelolaan ini dapat diterapkan secara lebih luas melalui kolaborasi antara SPPG, pemerintah kelurahan, DLH dan kelompok masyarakat pengelola Berendo Maggot. Dengan demikian, limbah organik tidak lagi hanya menjadi beban pengangkutan dan pembuangan, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang mendukung ketahanan pangan sekaligus perekonomian masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....