Cara Mengurangi Kebiasaan Terlalu Sering Memeriksa Ponsel
- 28 Sep 2026 16:05 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Ponsel kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari berkomunikasi, bekerja, mencari informasi hingga hiburan. Namun, kebiasaan memeriksa layar berulang kali tanpa kebutuhan tertentu dapat membuat perhatian mudah teralihkan dan waktu digunakan tanpa terasa.
Penelitian Adrian Meier yang dimuat dalam jurnal Mobile Media & Communication membahas kebiasaan memeriksa ponsel dan kaitannya dengan perilaku menunda pekerjaan. Studi tersebut menjelaskan bahwa kebiasaan memeriksa ponsel dapat dipicu oleh berbagai isyarat, termasuk rasa bosan, lelah, atau dorongan otomatis untuk melihat apakah ada informasi baru.
Penelitian Jie Du, Peter Kerkhof, dan Guido M. van Koningsbruggen yang diterbitkan dalam jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking pada 2019 juga menemukan bahwa kebiasaan memeriksa media sosial serta gangguan dari notifikasi berkaitan dengan kesulitan mengendalikan penggunaan media sosial. Karena itu, langkah awal yang dapat dilakukan adalah mematikan notifikasi yang tidak penting agar ponsel tidak terus memberikan dorongan untuk diperiksa.
Cara berikutnya adalah menentukan waktu khusus untuk memeriksa pesan dan media sosial, terutama ketika sedang bekerja, belajar, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi. Ponsel juga dapat diletakkan sedikit lebih jauh dari jangkauan agar seseorang tidak secara otomatis mengambilnya setiap beberapa menit.
Penelitian Kathryn Nason dan Jonathan Wilbiks yang diterbitkan dalam jurnal Multisensory Research pada 2025 menemukan bahwa notifikasi ponsel dapat memengaruhi perhatian berkelanjutan dalam tugas yang membutuhkan konsentrasi. Temuan tersebut menjadi alasan untuk mempertimbangkan penggunaan mode senyap atau pengaturan notifikasi ketika sedang menyelesaikan pekerjaan penting.
Kebiasaan baru juga dapat dibangun dengan mengganti aktivitas memeriksa ponsel dengan kegiatan singkat lainnya, seperti menarik napas, minum air, melakukan peregangan, atau melihat kembali daftar pekerjaan. Penelitian Kevin Koban yang diterbitkan dalam jurnal Mobile Media & Communication pada 2026 terhadap responden muda di Amerika Serikat dan Indonesia menunjukkan bahwa strategi melepaskan diri dari ponsel secara reflektif menjadi salah satu pendekatan yang dapat berkaitan dengan pengelolaan kebiasaan memeriksa ponsel, meski hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa dampaknya dapat berbeda antarindividu.
Mengurangi kebiasaan memeriksa ponsel tidak berarti harus berhenti menggunakan teknologi, tetapi belajar menentukan kapan ponsel memang diperlukan. Dengan mengatur notifikasi, membuat waktu khusus untuk mengecek ponsel, dan menjauhkannya ketika membutuhkan konsentrasi, penggunaan ponsel dapat menjadi lebih terarah tanpa mengganggu aktivitas utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....