Pemkot Bengkulu Evaluasi Sementara Operasional SPPG Padang Jati II

  • 21 Sep 2026 16:34 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Jati II selama 10 hari. Langkah ini dilakukan setelah hasil pemeriksaan laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu menemukan adanya sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi syarat mikrobiologi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelly Hartati mengatakan, penghentian sementara dilakukan sebagai langkah untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar aman sebelum program kembali berjalan. Dari enam sampel makanan MBG yang diperiksa dari SDN 59 Kota Bengkulu, dua sampel dinyatakan tidak memenuhi syarat mikrobiologi.

“Memang benar kita telah menerima hasil laboratorium dari BPOM. Dari beberapa sampel yang diperiksa, ada yang memenuhi syarat dan ada yang tidak memenuhi syarat,” kata Nelly, Senin, 21 September 2026.

Salah satunya adalah sayur tumis buncis dan wortel yang ditemukan mengandung bakteri Staphylococcus aureus sebanyak 1,8 x 10⁵ koloni per gram. Jumlah tersebut berada jauh di atas batas yang dipersyaratkan.

Selain itu, pemeriksaan juga menemukan kandungan bakteri pada makanan ayam kaki naga atau sempol. Salah satu sampel mengandung Bacillus cereus sebanyak 1,4 x 10³ koloni per gram dan Staphylococcus aureus sebanyak 1,5 x 10³ koloni per gram.

Sementara sampel ayam kaki naga lainnya ditemukan mengandung Staphylococcus aureus sebanyak 4,4 x 10² koloni per gram. Menurut Nelly, hasil pemeriksaan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pengelola SPPG, selama masa penghentian, dilakukan pembenahan dan pengawasan lebih ketat, mulai dari proses pengolahan makanan, kebersihan, penyimpanan hingga distribusi.

“Yang paling penting adalah makanan yang dikonsumsi anak-anak harus aman. Oleh karena itu, selama penghentian ini dilakukan perbaikan dan pemantauan agar ketika kembali beroperasi, proses penyediaan makanan sudah lebih baik,” tuturnya.

Sebelumnya, tujuh siswa SDN 59 Kota Bengkulu sempat mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu setelah mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan MBG. Penghentian sementara SPPG Padang Jati II diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan, sehingga program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga memberikan rasa aman bagi anak-anak, sekolah, dan orang tua.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....