Sebanyak 35 Mahasiswa Asing dari Sepuluh Negara Mulai Kuliah di Unib

  • 16 Sep 2026 07:19 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Universitas Bengkulu (Unib) menyambut 35 mahasiswa asing yang akan menempuh pendidikan pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Mereka berasal dari 10 negara dan diterima melalui jalur penerimaan mahasiswa asing yang untuk pertama kalinya diselenggarakan Unib secara sistematis.

Sebanyak 16 mahasiswa telah tiba di Bengkulu pada Selasa, 15 September 2026, sedangkan 19 mahasiswa lainnya dijadwalkan tiba pada 23 September 2026. Pada kedatangan tahap pertama, rombongan terdiri atas 12 laki-laki dan empat perempuan yang berasal dari Vietnam, Thailand, dan Pakistan.

Ketua Kantor Kerja Sama dan Layanan Internasional (KSLI) Unib Prof. Wisma Yunita, mengatakan seluruh mahasiswa tersebut akan mengikuti perkuliahan sebagaimana mahasiswa reguler Unib. Mereka diterima pada berbagai program studi jenjang sarjana dan magister di sejumlah fakultas.

Secara keseluruhan, mahasiswa asing tersebut berasal dari Pakistan sebanyak 16 orang, Bangladesh lima orang, Vietnam empat orang, serta Sudan, Yaman, dan Sierra Leone masing-masing dua orang. Sementara Thailand, Gambia, Palestina, dan Tiongkok masing-masing mengirimkan satu mahasiswa.

Penerimaan mahasiswa asing tahun ini mendapat perhatian cukup besar dari calon mahasiswa internasional. Meskipun kuota yang disiapkan Unib hanya sekitar 30–50 mahasiswa, jumlah calon yang masuk ke aplikasi pendaftaran dan melengkapi berkas seleksi mencapai ribuan peserta dari lebih dari 60 negara.

Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, mengatakan tingginya minat tersebut menjadi bagian dari perkembangan strategi internasionalisasi yang selama beberapa tahun terakhir dikembangkan Unib. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai negara juga diharapkan memperkaya suasana akademik dan pengalaman belajar mahasiswa Indonesia.

“Keberagaman budaya, perspektif, dan pengalaman akan memperkaya kehidupan akademik di kampus,” ujar Prof. Indra. Ia mengatakan proses seleksi tidak hanya mempertimbangkan aspek akademik, tetapi juga motivasi belajar, kemampuan komunikasi, kesiapan akademik, kemampuan beradaptasi dengan budaya Indonesia, serta komitmen menyelesaikan studi.

Untuk mendukung mahasiswa internasional, Unib telah menyiapkan fasilitas hunian selama mereka menjalani pendidikan di Bengkulu. Mahasiswa laki-laki ditempatkan di Asrama Internasional, sedangkan mahasiswa perempuan ditempatkan di Asrama Orchid.

Program penerimaan mahasiswa asing tersebut akan terus dikembangkan sebagai bagian dari agenda internasionalisasi Unib. Selain meningkatkan jumlah mahasiswa internasional, Unib juga menargetkan penguatan kerja sama akademik, riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta kegiatan lintas budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....