Bandara Fatmawati Soekarno Tanam Mangrove di Jenggalu, Perkuat Konservasi Pesisi
- 30 Sep 2026 18:54 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau disebut Injourney Airports Kantor Cabang Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk InJourney Airports Konservasi Bahari melalui kegiatan penanaman mangrove di kawasan Kampung Jenggalu Kito, Kota Bengkulu, Rabu 30 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian hari ulang tahun PT Angkasa Pura Indonesia ke-2 serta upaya mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap ekosistem pesisir Bengkulu.
General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Trisna Wijaya, mengatakan kegiatan penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan di sekitar wilayah operasional bandara serta meingkatkan ketahanan iklim melalui rehabilitasi lingkungan kawasan pesisir utamanya guna mencegah terjadinya abrasi. Menurutnya, pelestarian kawasan pesisir membutuhkan keterlibatan bersama antara dunia usaha, pemerintah, komunitas, perguruan tinggi dan masyarakat.
“Program CSR InJourney Airports Konservasi Bahari yang dilaksanakan dalam rangka HUT InJourney Airports ke-2 ini menjadi momentum bagi kami untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Guna menjaga pelestarian ekosistem pesisir sekaligus menahan terjadinya abrasi melalui kegiatan penanaman mangrove di kawasan Kampung Jenggalu Kito,” ujar Trisna.
Penanaman mangrove tersebut melibatkan berbagai unsur baik internal maupun eksternal perusahaan mulai dari karyawan Bandara Fatmawati Soekarno, Serikat DPC Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, BKSDA Bengkulu, Basarnas Bengkulu hingga perguruan tinggi dan komunitas pecinta alam. Kegiatan juga diikuti pengurus Kampung Jenggalu Kito serta mahasiswa pecinta alam dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Bengkulu.
BKSDA Bengkulu turut hadir melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah II, Mariska Tarantona, S.Hut., M.Si., sedangkan dari Basarnas Bengkulu dihadiri langsung oleh Kepala Basarnas Bengkulu Muslikum Sodik, SKM. Selain itu, kegiatan diikuti perwakilan STIA Bengkulu, Yayasan LATUN, Mahasiswa Pecinta Alam Agra Buana STIA Bengkulu, Mapala Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Dehasen Bengkulu, Unihaz Bengkulu, Gerakan Pecinta Alam Gendong Adventure Bengkulu serta pengurus Kampung Jenggalu Kito.
Keterlibatan berbagai pihak khususnya mahasiswa dan komunitas tersebut menunjukkan bahwa konservasi mangrove tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor khususnya para generasi muda.
Trisna menambahkan, kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan memiliki banyak manfaat baik dari sisi ekologis, sosial maupun ekonomi. Disamping mencegah abrasi, keberadaan pohon mangrove juga bermanfaat guna menyimpan karbon, menjaga keanekaragaman hayati, menyaring air dan meningkatkan kualitas lingkungan.
"Kami berharap melalui penanaman mangrove ini dapat bermanfaat guna menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan Kampung Jenggalu Kito serta bagi masyarakat Bengkulu. Tak lupa kami sampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah turut serta dalam kegiatan ini guna menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir serta menciptakan warisan untuk generasi mendatang," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....