Pemkot Bengkulu Dorong Pelestarian Bahasa Daerah lewat Sekolah

  • 14 Sep 2026 10:04 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu terus mendorong pelestarian bahasa daerah melalui penerapan mata pelajaran muatan lokal di satuan pendidikan.Hingga saat ini, puluhan sekolah tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Bengkulu telah mulai menerapkan muatan lokal bahasa daerah dalam pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu Ilham Putra mengatakan, dari sekitar 80 sekolah dasar yang ada di Kota Bengkulu, sekitar 40 sekolah telah menerapkan muatan lokal bahasa daerah. Sementara untuk jenjang SMP, sejumlah sekolah juga telah menerapkan pembelajaran bahasa daerah sebagai bagian dari muatan lokal.

"Untuk SD dari total 80 sekolah, sekitar 40 sekolah telah menerapkan muatan lokal. Sedangkan untuk tingkat SMP ada beberapa sekolah yang telah menerapkan muatan lokal bahasa daerah," ujarnya, Senin 14 September 2026.

Menurut Ilham, penerapan muatan lokal bahasa daerah merupakan salah satu langkah Pemerintah Kota Bengkulu untuk menjaga keberadaan bahasa dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Bahasa daerah yang diajarkan tidak hanya bahasa khas Bengkulu, tetapi juga dapat menyesuaikan dengan latar belakang dan potensi bahasa daerah yang berkembang di lingkungan masyarakat, seperti bahasa Serawai, Rejang dan bahasa daerah lainnya.

Pemerintah berharap anak-anak tidak hanya mengenal bahasa Indonesia dan bahasa asing, tetapi juga memiliki pengetahuan serta rasa bangga terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya. Ilham mengatakan penerapan muatan lokal tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing sekolah, terutama ketersediaan guru yang memiliki kemampuan dan pemahaman terhadap bahasa daerah.

"Secara teknis penerapan muatan lokal akan dilakukan secara bertahap, mengingat kondisi guru yang mengajar di sekolah. Saat ini sudah ada puluhan sekolah tingkat SD dan SMP yang menetapkan muatan lokal bahasa daerah," katanya.

Ia menambahkan, konsep yang didorong pemerintah adalah agar siswa tetap mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah dan menguasai bahasa asing. Dengan demikian, penguasaan bahasa daerah tidak dimaksudkan untuk mengurangi kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa asing, tetapi justru menjadi bagian dari penguatan identitas budaya.

Meski demikian, penerapan muatan lokal bahasa daerah di seluruh sekolah masih menghadapi kendala, terutama berkaitan dengan ketersediaan tenaga pengajar. Tidak semua sekolah memiliki guru yang secara khusus menguasai bahasa daerah yang akan diajarkan. Kondisi tersebut membuat penerapan muatan lokal perlu dilakukan secara bertahap.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Dikbud Kota Bengkulu mendorong guru yang berasal dari daerah tertentu dan memiliki kemampuan berbahasa daerah untuk turut berperan dalam pembelajaran. Guru yang menguasai bahasa Melayu khas Bengkulu, Serawai, Rejang maupun bahasa daerah lainnya dapat diberdayakan sesuai dengan kebutuhan sekolah dan karakteristik peserta didik.

Ilham mengatakan keberadaan guru yang memahami bahasa daerah menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. "Kita mendorong guru-guru yang berasal dari daerah dan memang menguasai bahasa daerah, seperti bahasa Melayu khas Bengkulu, Serawai dan lainnya, untuk dapat ikut mengajarkan kepada siswa," tuturnya.

Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan penerapan muatan lokal bahasa daerah dapat diperluas hingga seluruh satuan pendidikan tingkat SD dan SMP, khususnya mulai tahun ajaran 2026-2027. Perluasan tersebut diharapkan dapat membuat semakin banyak anak-anak di Kota Bengkulu mengenal bahasa daerah sejak usia sekolah.

Menurut Ilham, sekolah memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Pembelajaran yang dilakukan secara terarah di lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu cara untuk mengenalkan bahasa lokal kepada generasi muda.

Pemkot Bengkulu berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjadi mata pelajaran tambahan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. Dengan semakin luasnya penerapan muatan lokal bahasa daerah di sekolah, pemerintah berharap bahasa-bahasa lokal di Bengkulu tetap dikenal, digunakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....