Dinkes Bengkulu Gencarkan Skrining dan Edukasi untuk Tekan Penyebaran HIV

  • 01 Okt 2026 09:26 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini HIV dengan meningkatkan edukasi serta pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, mengatakan promosi kesehatan dilakukan melalui sosialisasi di fasilitas pelayanan kesehatan, lingkungan sekolah, hingga kegiatan penjangkauan masyarakat.

Edukasi diberikan untuk membantu masyarakat memahami HIV, termasuk cara penularannya serta perilaku yang dapat meningkatkan risiko penularan. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu menjaga kesehatan diri, tetapi juga tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV.

“Untuk kasus HIV, tim bersama LSM dan Satpol PP Kota Bengkulu sudah bergerak melakukan skrining di tempat-tempat populasi kunci. Data terakhir sudah ada 1.267 yang dilakukan skrining,” kata Nelli, Kamis 1 Oktober 2026.

Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan hingga Agustus 2026, sebanyak 64 orang dinyatakan positif HIV dan telah mendapatkan pengobatan. Sementara itu, data kumulatif kasus HIV dan AIDS di Kota Bengkulu sejak 2001 hingga 2026 tercatat mencapai 1.267 kasus, dengan 614 kasus HIV yang disertai AIDS.

Nelli mengatakan masih terdapat masyarakat yang belum mengetahui status kesehatannya karena belum pernah melakukan pemeriksaan. Sebagian lainnya juga masih enggan menjalani tes karena merasa takut atau khawatir terhadap stigma sosial.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya pengendalian HIV. Karena itu, Dinas Kesehatan terus mendorong masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan dan mengetahui kondisi kesehatannya.

Skrining dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan maupun kegiatan penjangkauan langsung di lapangan. Pemeriksaan juga diarahkan kepada kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penularan.

Menurut Nelli, semakin banyak orang yang mengetahui status kesehatannya, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan apabila ditemukan hasil positif. Deteksi dini juga penting agar orang yang terdiagnosis HIV dapat segera mendapatkan pengobatan dan pendampingan, dengan pengobatan yang tepat dan dilakukan secara rutin, kondisi kesehatan dapat dijaga dan risiko penularan dapat ditekan.

Selain pemeriksaan, edukasi kepada masyarakat juga terus diperluas. Dinkes Kota Bengkulu menilai pemahaman yang benar mengenai HIV diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman, termasuk anggapan bahwa seseorang dapat tertular hanya karena berinteraksi atau bersosialisasi dengan orang yang hidup dengan HIV.

Upaya pencegahan, menurut Nelli, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan. Masyarakat juga memiliki peran dengan meningkatkan pengetahuan, menjaga kesehatan dan tidak memberikan stigma kepada orang yang membutuhkan dukungan dalam menjalani pengobatan.

Melalui edukasi dan skrining yang dilakukan secara berkelanjutan. Pemkot Bengkulu berharap kasus HIV dapat ditemukan lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat, sekaligus mencegah penyebaran yang lebih luas di masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....