Budidaya Magot Didorong Jadi Solusi Sampah Rumah Tangga
- 01 Okt 2026 13:46 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu mendorong masyarakat mengolah sampah rumah tangga sejak dari sumbernya. Salah satu upaya yang mulai dikembangkan adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya magot.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi melihat langsung budidaya magot milik Yudi, warga Jalan Semangka, RT 19, Kelurahan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu. Menurut Dedy, pengelolaan sampah tidak hanya dapat membantu mengurangi beban lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ia mengajak warga mulai memilah sampah rumah tangga menjadi sampah kering, basah dan plastik. Sampah organik yang masih bisa dimanfaatkan dapat digunakan sebagai pakan dalam budidaya magot.
“Program Pemkot untuk mengurangi sampah harus ada solusinya, masing-masing warga bisa memilah sampah rumah tangga, mulai dari sampah kering, basah dan plastik. Sampah yang bisa dimanfaatkan dapat digunakan untuk ternak magot, kemudian magot bisa menjadi pakan ternak,” ujar Dedy, Kamis 1 Oktober 2026.
Pemkot Bengkulu berencana memperluas gerakan tersebut pada 2027 dengan mendorong setiap kelurahan memiliki kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dedy mengatakan, langkah ini diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, sampah organik yang selama ini dibuang dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, sementara magot yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Untuk tahap awal, Dedy meminta setiap kecamatan membuat lokasi percontohan budidaya magot. Setidaknya satu lokasi ditargetkan tersedia di masing-masing kecamatan sebagai contoh yang dapat dikembangkan masyarakat.
Budidaya yang dilakukan Yudi menjadi salah satu contoh bahwa pengelolaan sampah rumah tangga dapat dilakukan secara sederhana dan memberi manfaat ekonomi. Pemkot Bengkulu berharap gerakan pemilahan dan pemanfaatan sampah ini dapat tumbuh dari lingkungan rumah tangga, sehingga persoalan sampah secara perlahan dapat dikurangi mulai dari tingkat masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....