BI Bengkulu Perkuat Kemitraan Pers lewat Pelatihan Ekonomi

  • 07 Sep 2026 08:19 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu memperkuat kemitraan dengan insan pers melalui pelatihan wartawan ekonomi yang berlangsung selama tiga hari di Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kapasitas jurnalis dalam memahami sekaligus menyampaikan informasi ekonomi kepada masyarakat secara akurat dan mudah dipahami.

Puluhan wartawan dari berbagai media di Provinsi Bengkulu mengikuti rangkaian pelatihan yang tidak hanya menghadirkan materi jurnalistik dan ekonomi, tetapi juga memberikan pengalaman langsung melalui kegiatan lapangan. Para peserta diajak mengenali berbagai potensi ekonomi daerah sekaligus melihat keterkaitannya dengan kebijakan ekonomi yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Humas BI Provinsi Bengkulu, Alpi Jonson, yang mewakili Kepala Perwakilan BI Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan media memiliki peran strategis dalam menjembatani kebijakan ekonomi dengan masyarakat.

Menurutnya, informasi mengenai kebijakan moneter, sistem pembayaran, stabilitas sistem keuangan hingga perkembangan ekonomi daerah perlu disampaikan dengan bahasa yang sederhana, berimbang, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Kemitraan antara Bank Indonesia dan media sangat penting dalam menjaga kualitas informasi ekonomi yang sampai ke masyarakat,” ujar Alpi Jonson pada Senin, 7 September 2026.

Ia menjelaskan, wartawan tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki peran dalam membantu masyarakat memahami kebijakan yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai isu ekonomi dan kebijakan Bank Indonesia. Penyampaian materi juga dikombinasikan dengan diskusi dan sesi tanya jawab sehingga wartawan dapat menggali informasi secara langsung dari narasumber.

Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta perlindungan konsumen. Pembahasan ini dinilai relevan dengan semakin luasnya pemanfaatan sistem pembayaran digital dalam berbagai aktivitas transaksi masyarakat.

“Selain itu, wartawan juga mendapatkan pemahaman mengenai program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah). Materi tersebut menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap kedudukan, fungsi, dan peran Rupiah dalam perekonomian nasional,” tuturnya.

Tidak berhenti di ruang pelatihan, rangkaian kegiatan juga membawa para jurnalis melihat secara langsung potensi ekonomi daerah. Salah satunya melalui kunjungan dan peliputan kegiatan Festival Kopi di Kabupaten Kepahiang.

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi wartawan untuk menggali lebih jauh potensi komoditas kopi, mulai dari aktivitas petani, pengolahan hasil perkebunan hingga peluang pemasaran produk lokal. Potensi tersebut kemudian dapat diolah menjadi cerita jurnalistik yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Selain itu, diakui, para peserta mengikuti kegiatan luar ruang di Kabupaten Rejang Lebong. Aktivitas ini memberikan pengalaman berbeda karena wartawan tidak hanya menerima informasi secara teoritis, tetapi juga melihat secara langsung kondisi dan potensi ekonomi yang berkembang di daerah.

Pelatihan tersebut sekaligus menjadi agenda tahunan BI Bengkulu untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dengan media. Melalui hubungan yang semakin erat, BI berharap berbagai kebijakan dan informasi ekonomi dapat disampaikan secara lebih luas kepada masyarakat.

“Bagi insan pers, kegiatan ini menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan dalam mengolah isu ekonomi menjadi berita yang informatif, faktual, berimbang, sekaligus mudah dicerna pembaca maupun pendengar,” katanya.

Sementara bagi Bank Indonesia, penguatan hubungan dengan media menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan komunikasi kebijakan. Dengan pemahaman wartawan yang semakin baik terhadap isu ekonomi, informasi yang diterima masyarakat diharapkan menjadi lebih utuh dan tidak menimbulkan tafsir yang keliru.

Rangkaian kegiatan di Rejang Lebong dan Kepahiang tersebut pada akhirnya tidak sekadar menjadi pelatihan bagi wartawan. Kegiatan ini mempertemukan dunia pers dengan isu kebijakan ekonomi, sistem pembayaran digital, perlindungan konsumen, pemahaman Rupiah, serta potensi ekonomi lokal.

“Melalui sinergi tersebut, diharapkan insan pers dapat semakin berperan dalam menghadirkan pemberitaan ekonomi yang berkualitas. Informasi yang tepat dan mudah dipahami diharapkan dapat membantu masyarakat mengikuti dinamika perekonomian sekaligus lebih bijak dalam mengambil keputusan ekonomi,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....