Perkuat Konservasi Gajah Sumatera di BAS, BKSDA Bengkulu Pasang GPS Collar
- 27 Agt 2026 08:38 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu terus melangkah maju dalam memperkuat upaya konservasi satwa liar yang dilindungi. Pada Sabtu, 22 Agustus 2026 lalu, Tim BKSDA Bengkulu berhasil melakukan pemasangan perangkat pemantau (GPS Collar) pada salah satu Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatramus) di Bentang Alam Seblat (BAS) wilayah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dengan prosedur penanganan medis dan teknis pemasangan berjalan aman dan lancar.
Merujuk siaran pers yang disampaikan pihak BKSDA Bengkulu kepada media, proses penanganan dimulai dari hasil laporan Tim Monitoring di lapangan. Setelah dipastikan gajah dapat dilakukan pemasangan GPS Collar, Tim Pemasangan segera bergerak dengan diawali melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan secara menyeluruh hingga pengambilan sampel darah dan feses untuk kebutuhan analisis laboratorium.
Kepala Balai KSDA Bengkulu Agung Nugroho, mengatakan pemasangan GPS Collar menjadi poin utama kegiatan itu agar keberadaan, pergerakan dan populasi kelompok gajah di BAS dapat dipantau secara berkala dan akurat. Gajah yang terpasang GPS Collar merupakan gajah betina dan diperkirakan memiliki bobot tubuh sekitar 2,8 hingga 3 ton.
"Keberhasilan pemasangan GPS collar ini merupakan langkah strategis dalam menghadirkan data pemantauan yang lebih akurat dan real-time. Dengan mengetahui pola pergerakan kawanan gajah, kita tidak hanya dapat merespons risiko konflik satwa dan manusia secara lebih cepat, tetapi juga memperkuat mitigasi serta pengelolaan habitatnya secara bijak," kata Agung, Kamis 27 Agustus 2026.
Langkah tersebut menurutnya juga menjadi bukti nyata komitmen BKSDA Bengkulu bersama para mitra untuk terus menjaga kelestarian Gajah Sumatera di benteng alaminya. Selama proses penanganan berlangsung, terpantau pula hadirnya satu ekor gajah betina berukuran lebih kecil yang berada tidak jauh dari keberadaan Tim.
Keberhasilan penanganan dan pemasangan GPS Collar tersebut diharapkan mampu memberikan suplai data spasial yang sangat penting mengenai pola pergerakan harian Gajah liar di wilayah tersebut. "Data ini nantinya akan menjadi pijakan vital bagi BKSDA Bengkulu maupun pengelola kawasan dalam meningkatkan efektivitas pemantauan lapangan, merencanakan pengelolaan habitat secara bijak serta mengambil keputusan dan langkah-langkah konservasi yang presisi," ucapnya menambahkan.
Selesainya seluruh rangkaian kegiatan menandai dimulainya fase pemantauan intensif. Hingga Saat ini GPS Collar telah aktif dan gajah terpantau bergerak aktif.
GPS Collar juga direncanakan untuk dipasang pada kawanan gajah lainnya. Selain pemantauan melalui GPS Collar, BKSDA Bengkulu juga mengoptimalkan peran Tim Patroli Monitoring/Tim Angon Gajah Liar yang secara intensif melakukan pemantauan langsung terhadap pergerakan kawanan gajah sekaligus melakukan pemusnahan potensi ancaman langsung seperti jerat dan bahan-bahan berbahaya yang ditemukan di jalur pergerakan gajah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....