Kuliah Umum S1 Jurnalistik UNIB,Jurnalisme Investigasi Bersama Jurnalis Tempo
- 04 Sep 2026 10:53 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Program Studi S1 Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu menggelar Kuliah Umum bertema “Menggali Fakta Lewat Jurnalisme Investigasi” dengan menghadirkan jurnalis Tempo, Phesi Ester Julikawati, sebagai narasumber. Kegiatan yang berlangsung Kamis 3 September 2026 tersebut diikuti sekitar 60 peserta dan digelar di Ruang Bioskop Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 Universitas Bengkulu.
Ketua Program Studi S1 Jurnalistik FISIP Universitas Bengkulu, Yuliati, M.I.Kom., mengatakan Kuliah Umum tersebut menjadi salah satu upaya program studi untuk memperluas wawasan mahasiswa melalui pembelajaran langsung bersama praktisi media. Kehadiran jurnalis profesional diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai proses kerja jurnalistik sekaligus berbagai tantangan di lapangan, khususnya dalam melakukan liputan investigasi.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa dalam memahami praktik jurnalisme investigasi secara lebih mendalam. Dosen pengampu mata kuliah sekaligus moderator, Taufik Hasyim, M.Kom., mengatakan kehadiran praktisi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang tidak hanya didapatkan melalui pembelajaran di ruang kelas.
Taufik mengatakan mahasiswa dapat menggali pengalaman langsung dari praktisi sekaligus memahami penerapan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam praktik jurnalistik. Menurutnya, pemahaman mengenai proses investigasi penting bagi mahasiswa agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga didukung fakta dan proses verifikasi yang kuat.
Dalam pemaparannya, Phesi Ester Julikawati menjelaskan sejumlah teknik dasar yang perlu diperhatikan dalam jurnalisme investigasi, mulai dari pengumpulan data hingga proses verifikasi informasi. Ia menekankan pentingnya data yang kuat, verifikasi berlapis, serta kepatuhan terhadap etika jurnalistik agar proses pengungkapan fakta tidak merugikan pihak yang menjadi objek liputan.
Phesi menjelaskan jurnalisme investigasi pada dasarnya dilakukan untuk menggali fakta atau informasi yang sengaja ditutupi, namun proses tersebut tetap harus dilakukan dengan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Menurutnya, keinginan untuk mengungkap sebuah fakta tidak boleh menjadi alasan bagi jurnalis untuk mengabaikan prinsip verifikasi, akurasi, dan perlindungan terhadap narasumber.
Kuliah Umum berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti antusias oleh para peserta. Melalui kegiatan tersebut, Prodi S1 Jurnalistik FISIP Universitas Bengkulu berharap mahasiswa semakin memahami teknik jurnalisme investigasi dan mampu menerapkannya untuk menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, beretika, serta memberikan manfaat bagi publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....