Dewi Coryati Bersama Kemendikdasmen Sosialisasikan SIBI dan SIPlah di Bengkulu

  • 30 Agt 2026 10:54 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Penyediaan buku pelajaran yang berkualitas, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan peserta didik menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Komisi X DPR RI menggelar sosialisasi pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) dan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) di Bengkulu, Minggu 30 Agustus 2026.

Kegiatan bertema “Pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) dan SIPLah untuk Mendukung Tata Kelola Penyediaan Buku di Sekolah” ini diikuti kepala sekolah, tenaga pendidik, serta operator sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.

Sosialisasi tersebut menghadirkan Kepala Pusat Perbukuan Kemendikdasmen Supriyatno, S.Pd., M.A., Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Ipendidikan dan Narasumber berkompeten dari Kemendikdasmen RI.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Ilham Putra mengatakan, pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan tidak hanya penting untuk mendukung proses pembelajaran, tetapi juga membantu sekolah dalam mengelola administrasi dan kebutuhan pendidikan secara lebih efektif.

Menurutnya, sistem digital seperti SIBI dan SIPLah menjadi sarana penting untuk memastikan proses pengadaan buku dan kebutuhan sekolah dapat berjalan sesuai aturan, transparan, serta akuntabel.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap kepala sekolah, tenaga pendidik, dan operator sekolah dapat memahami proses pengadaan buku melalui SIPLah. Setelah mengikuti sosialisasi, ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di sekolah masing-masing dan dibagikan kepada rekan-rekan lainnya. Apalagi kegiatan ini sangat dibutuhkan, terutama untuk meningkatkan pemahaman satuan pendidikan terhadap mekanisme pengadaan barang dan jasa yang kini semakin mengarah pada sistem digital,” ujar Ilham.

Sementara itu, Kepala Pusat Perbukuan Kemendikdasmen Supriyatno menjelaskan, SIBI merupakan platform yang dibangun sebagai bagian dari transformasi digital dalam ekosistem perbukuan Indonesia.

Platform tersebut memberikan layanan informasi kepada berbagai pelaku perbukuan, mulai dari penulis, editor, ilustrator, desainer, penerbit, percetakan, toko buku, hingga pengembang buku elektronik.

Selain menyediakan informasi mengenai katalog buku teks dan buku nonteks, SIBI juga memuat buku elektronik dalam berbagai format serta menjadi sarana penilaian dan pengawasan buku oleh Pusat Perbukuan.

“Mulai tahun 2025, transaksi pembelian buku di satuan pendidikan wajib mengacu pada daftar judul buku yang telah memenuhi syarat kelayakan dan tersedia dalam platform SIBI. Terlebih lagi SIBI bukan sekadar aplikasi, melainkan bagian dari transformasi digital perbukuan nasional yang memberikan kemudahan bagi satuan pendidikan dalam memilih dan memperoleh buku berkualitas.

Makanya integrasi pemanfaatan SIBI dan SIPLah, sekolah diharapkan dapat melakukan proses pemilihan hingga pengadaan buku secara lebih mudah, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Supriyatno.

Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati yang membuka kegiatan mengemukakan, ketersediaan buku berkualitas merupakan salah satu pilar penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan menciptakan sumber daya manusia unggul.

Belum lagi amanat regulasi tentang sistem perbukuan menekankan pentingnya penyediaan buku yang memenuhi standar mutu, baik dari sisi isi maupun kelayakannya untuk digunakan dalam proses pendidikan.

Oleh karena itu sinergi Komisi X DPR RI dan Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, pemanfaatan SIBI dan SIPLah terus didorong sebagai solusi digital untuk mempermudah sekolah dalam memenuhi kebutuhan buku pendidikan.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru dan tenaga kependidikan mengenai pemilihan dan pengadaan buku pendidikan, baik buku teks utama, buku teks pendamping, maupun buku nonteks,” ujar Dewi Coryati.

Foto : Berfoto bersama sosialisasi SIBI dan SIPLAH.

Lebih lanjut Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini berharap seluruh kepala sekolah, guru, dan operator sekolah di Bengkulu memiliki pemahaman yang sama dalam proses pengadaan buku sehingga tidak lagi menghadapi kendala administratif.

Selain itu, pemanfaatan SIPLah diharapkan dapat membantu sekolah melakukan pengadaan barang secara digital dengan lebih aman, transparan, efisien, dan akuntabel.

“Dengan sistem yang baik, penggunaan anggaran sekolah dapat dipertanggung-jawabkan dan terhindar dari kesalahan administrasi. Yang terpenting, sekolah dapat memperoleh buku terbaik sesuai kebutuhan peserta didik,” kata Dewi.

Dewi menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, dan satuan pendidikan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan. Mengingat pemanfaatan teknologi digital, tata kelola pendidikan diharapkan semakin efektif sekaligus mampu mendukung lahirnya generasi emas Indonesia.

"Sosialisasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta terhadap penggunaan SIBI dan SIPLah, tetapi juga mendorong sekolah-sekolah di Bengkulu untuk lebih siap menghadapi transformasi digital dalam pengelolaan pendidikan, " tutur politisi perempuan PAN ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....