Kemenbud bersama Dewi Coryati Sosialisasikan Adat Pengantin Bercampur Bengkulu
- 23 Mei 2026 11:45 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Komisi X DPR RI menggelar kegiatan Semarak Budaya bertema “Pengantin Bercampur Adat Perkawinan Melayu Bengkulu” di Kota Bengkulu pada Sabtu 23 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus penguatan pemahaman masyarakat terhadap kekayaan adat perkawinan Melayu Bengkulu yang sarat nilai tradisi dan kearifan lokal.
Acara berlangsung di lantai 4 Kampus Tri Mandiri Sakti (TMS) Bengkulu dan diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga sesi diskusi berlangsung.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati, yang juga menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya daerah di tengah arus modernisasi.
Menurutnya, budaya daerah merupakan kekayaan bangsa yang harus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Budaya bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga identitas bangsa yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi penerus,” ujar Dewi Coryati di hadapan peserta kegiatan tersebut.0
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini juga mengapresiasi tingginya perhatian masyarakat Bengkulu terhadap pelestarian adat dan budaya lokal.
Oleh karena itu melalui kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan RI dan Komisi X DPR RI ini diharapkan semangat menjaga budaya lokal semakin tumbuh di tengah masyarakat Bengkulu.
Apalagi para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung mengenai berbagai bentuk inovasi pelestarian adat yang dapat dilakukan di lingkungan masyarakat maupun lembaga pendidikan.
"Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap adat dan budaya Melayu Bengkulu yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya nasional. Apalagi kegiatan Semarak Budaya ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah, tokoh adat dan masyarakat dalam membahas tantangan pelestarian budaya di era digital," katanya.
Sementara Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu, S. Effendi MS, hadir sebagai pemateri utama juga memaparkan berbagai prosesi dalam adat perkawinan Melayu Bengkulu, termasuk makna filosofis di balik setiap tahapan adat yang masih dijaga hingga saat ini oleh masyarakat.
Senada Ketua BMA Kota Bengkulu, Hermen Z, menjelaskan pentingnya peran generasi muda dalam mempertahankan tradisi adat.
Mengingat pengenalan budaya sejak dini menjadi langkah strategis agar adat perkawinan Melayu Bengkulu tetap lestari dan dikenal luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....