Kualitas Udara Bengkulu Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Capai 56 µg/m³

  • 29 Agt 2026 22:19 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kualitas udara di Bengkulu sempat berada pada kategori tidak sehat selama Agustus 2026 berdasarkan pemantauan melalui laman resmi BMKG. Kondisi tersebut tercatat pada 4 Agustus 2026, ketika konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai sekitar 56 mikrogram per meter kubik pada pukul 04.00 WIB.

Konsentrasi PM2.5 pada dini hari tersebut menjadi yang tertinggi dalam catatan pemantauan pada hari itu dan masuk kategori tidak sehat. Sebelumnya, pada pukul 00.00 hingga 02.00 WIB, konsentrasi PM2.5 berada di kisaran 38 hingga 51 mikrogram per meter kubik atau kategori sedang.

Memasuki pagi hingga siang hari, konsentrasi PM2.5 masih berada pada level cukup tinggi dengan kisaran 34 hingga 50 mikrogram per meter kubik. Konsentrasi tertinggi pada periode tersebut tercatat sekitar 50 mikrogram per meter kubik pada pukul 08.00 WIB, sebelum perlahan menurun mulai sekitar pukul 11.00 WIB.

Penurunan konsentrasi partikulat semakin terlihat pada sore hari, dengan PM2.5 sekitar 22 mikrogram per meter kubik pada pukul 14.00 WIB dan turun menjadi 18 mikrogram pada pukul 15.00 WIB. Konsentrasi kembali turun menjadi sekitar 16 mikrogram pada pukul 16.00 WIB dan mencapai titik terendah sekitar 15,5 mikrogram per meter kubik pada pukul 17.00 WIB atau masuk kategori baik.

Namun, kondisi udara kembali menunjukkan peningkatan konsentrasi partikulat pada malam hari. Pada pukul 18.00 WIB, PM2.5 tercatat sekitar 24 mikrogram per meter kubik, kemudian meningkat hingga sekitar 36 mikrogram pada pukul 19.00 WIB sebelum turun kembali menjadi sekitar 27,5 mikrogram pada pukul 20.00 WIB.

Secara umum, kategori udara sedang masih mendominasi sebagian besar periode pemantauan, terutama pada pukul 00.00 hingga 03.00 WIB, 05.00 hingga 16.00 WIB, serta 18.00 hingga 20.00 WIB. Sementara itu, kondisi udara dengan kategori baik tercatat pada periode sore, sedangkan kategori tidak sehat terjadi ketika konsentrasi PM2.5 mencapai puncaknya pada dini hari.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara dapat mengalami perubahan dalam satu hari, sehingga masyarakat perlu memperhatikan informasi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Pemantauan terhadap konsentrasi PM2.5 juga penting dilakukan, terutama bagi kelompok rentan, agar aktivitas dapat disesuaikan ketika kualitas udara mengalami penurunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....