Penjualan Bibit Sawit Berkualitas Diprediksikan Mampu Tingkatkan PAD

  • 18 Sep 2026 15:53 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu Utara - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara tahun ini mengadakan 8.500 kecambah sawit untuk program pembenihan. Program ini dikelola Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara melalui UPTD Perbenihan.

Kepala Dinas Perkebunan Bengkulu Utara Madelislianto mengatakan jumlah pengadaan kecambah sawit pada tahun ini turun jika dibandingkan dengan tahun 2025 yang mencapai 10 ribu bibit. Meski jumlah pengadaan berkurang, pemerintah daerah Bengkulu Utara justru menargetkan pendapatan asli daerah atau PAD dari penjualan bibit sawit sebesar 450 juta rupiah.

"Ya ada 8.500 kecambah sawit yang akan di kelola dalam program pembenihan tahun ini. Memang agak turun jumlahnya kalau kita bandingkan dengan tahun 2025, tapi kita menargetkan PAD kita sebesar 450 juta rupiah dari hasil penjualannya nanti," ujar Kepala Dinas Perkebunan Kepada RRI Jumat 18 September 2026.

Sebelum nantinya siap dipasarkan kepada masyarakat, 8.500 kecambah sawit tersebut masih dalam tahap penyemaian. Dinas Perkebunan Bengkulu Utara memastikan, kecambah yang disemai telah melalui pemeriksaan laboratorium.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas benih sebelum masuk ke tahap pembibitan. Dengan begitu bibit sawit yang nantinya akan dijual memiliki kualitas yang baik.

Melalui melalui proses penyemaian dan pemeliharaan, bibit sawit akan dijual secara komersial kepada masyarakat. Harganya mengacu pada peraturan daerah, yaitu 40 ribu rupiah untuk bibit berusia di bawah 12 bulan dan 45 ribu rupiah untuk bibit berusia di atas 12 bulan.

Dinas Perkebunan menilai, penyediaan bibit dengan proses pemeriksaan dan pembenihan yang terkontrol penting untuk mendukung perkebunan sawit masyarakat. Selain memberikan akses bibit kepada petani, penjualan bibit juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah.

Hal ini mengingat realisasi penjualan bibit sawit pada tahun 2025 telah menembus lebih dari 400 juta rupiah. Kondisi ini menunjukkan bahwa program pembenihan tidak hanya menjadi upaya menyediakan bibit berkualitas bagi petani, tetapi juga menjadi salah satu sumber pendapatan bagi daerah.

"Kami berharap program pembenihan sawit tahun ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menjaga ketersediaan bibit berkualitas. Sekaligus mengoptimalkan potensi pendapatan daerah dari sektor perkebunan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....