Sederet Penghargaan Pusat ke Pemprov, Iqbal: Bukti Kerja Nyata Helmi untuk Rakyat
- 18 Sep 2026 14:06 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan mencatat sejumlah capaian dan penghargaan di tingkat nasional maupun regional sepanjang 2025 hingga 2026. Penghargaan tersebut mencakup bidang pengendalian inflasi, penurunan pengangguran, pengelolaan zakat, hingga pembangunan konektivitas antarwilayah.
Bendahara DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Dr. (Cand) Iqbal Hafsari, M.Sos., menilai deretan penghargaan dan capaian tersebut menunjukkan adanya pengakuan terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Bengkulu di tingkat nasional.
“Penghargaan yang diterima sudah pasti melalui proses penilaian, ada indikator kinerja, dan ada capaian yang menjadi dasar penetapannya. Ini menunjukkan bahwa berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat,” ujar Iqbal.
Menurut Mahasiswa S3 Administrasi Publik FISIP UMJ itu, penghargaan bukan merupakan tujuan akhir dari pemerintahan. Namun, berbagai apresiasi tersebut dapat menjadi salah satu indikator bahwa program dan kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah memiliki capaian yang dapat diukur dan mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat maupun lembaga terkait.
Ia mengatakan, selama kepemimpinan Helmi Hasan, Pemprov Bengkulu terus berupaya memperkuat pelayanan publik, membangun sinergi dengan pemerintah pusat, serta menjalankan program pembangunan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Yang paling penting bukan sekadar banyaknya penghargaan, tetapi bagaimana penghargaan tersebut mencerminkan adanya kerja dan upaya pemerintah dalam melayani masyarakat. Pengakuan dari pusat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di Bengkulu,” katanya.
Iqbal berharap berbagai capaian tersebut dapat menjadi energi positif bagi seluruh jajaran Pemprov Bengkulu untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja. Menurutnya, masyarakat tetap membutuhkan pembangunan yang berkelanjutan, pelayanan publik yang semakin baik, serta kebijakan yang memberikan manfaat secara langsung.
“Harapan kita, berbagai capaian ini dapat terus ditingkatkan agar masyarakat merasakan pembangunan yang berkelanjutan, pelayanan yang semakin baik, serta hadirnya kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan rakyat. Penghargaan adalah bentuk apresiasi, sementara manfaat nyata bagi masyarakat adalah tujuan utamanya,” tutur Iqbal.
Deretan penghargaan dan capaian tersebut menjadi catatan dalam perjalanan Pemprov Bengkulu sepanjang 2025 hingga 2026, mulai dari pengendalian inflasi dan penurunan pengangguran hingga pengelolaan zakat serta pembangunan infrastruktur. Bagi Iqbal, capaian tersebut harus diterjemahkan ke dalam kerja berkelanjutan agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat Bengkulu.
“Pada akhirnya masyarakatlah yang akan menilai. Namun, banyaknya penghargaan dan capaian yang diraih Pemprov Bengkulu dapat menjadi salah satu indikator bahwa pemerintah daerah terus bekerja dan berupaya memberikan yang terbaik untuk kemajuan Bengkulu dan kesejahteraan rakyat,” tutur Iqbal.
Salah satu capaian penting diraih Pemprov Bengkulu dalam TPID Award 2025, dengan menempati peringkat kedua untuk kategori TPID terbaik tingkat provinsi di wilayah Sumatera. Berdasarkan dokumen kinerja pemerintah, posisi pertama diraih Sumatera Selatan, Bengkulu di posisi kedua, dan Riau di posisi ketiga.
Capaian tersebut berkaitan dengan kinerja pengendalian inflasi daerah melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif. Pengendalian inflasi kemudian kembali mendapat pengakuan melalui Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang diberikan Kementerian Dalam Negeri.
Pada April 2026, Pemprov Bengkulu meraih penghargaan nasional dari Kemendagri dalam dua kategori sekaligus, yakni Provinsi Terbaik dalam Penurunan Tingkat Pengangguran dan Provinsi Terbaik dalam Pengendalian Inflasi. Untuk kategori penurunan tingkat pengangguran, Bengkulu tercatat memiliki Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 3,24 persen.
Atas dua capaian tersebut, Pemprov memperoleh dana pembinaan masing-masing Rp3 miliar untuk kategori penurunan tingkat pengangguran dan pengendalian inflasi, sehingga total apresiasi yang diterima mencapai Rp6 miliar. Gubernur Helmi Hasan kemudian menyebut dana tersebut sebagai reward yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui berbagai program daerah.
Selain bidang ekonomi dan ketenagakerjaan, Helmi Hasan juga menerima Baznas Award 2025 kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan atas dukungan kepala daerah terhadap gerakan zakat dan sinergi pemerintah daerah dengan Baznas dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat.
Pada Agustus 2026, penghargaan kembali diterima Gubernur Helmi Hasan melalui ajang detikSumatera Awards 2026. Helmi Hasan meraih kategori Inovasi Penggerak Konektivitas Antarwilayah, yang diberikan atas upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat konektivitas melalui pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
Penghargaan tersebut berkaitan dengan program pembangunan jalan yang menjadi salah satu prioritas Pemprov Bengkulu. Pemerintah daerah juga menyinkronkan pembangunan jalan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk periode 2026-2028 guna memperkuat akses masyarakat dan konektivitas antarwilayah.
Di luar penghargaan tersebut, Bengkulu juga mencatat capaian dalam pemetaan keterampilan sumber daya manusia. Berdasarkan riset dan rilis GoodStats yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN serta Good News From Indonesia, Bengkulu menempati posisi kedua dalam daftar provinsi paling terampil di Indonesia 2025 dengan skor 4,33, setelah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....