Bank Indonesia Bengkulu Dorong UMKM Bengkulu Tembus Nasional dan Pasar Global
- 29 Agt 2026 16:05 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Jakarta – Bank Indonesia Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar global. Melalui partisipasi dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, UMKM Bengkulu berhasil mencatatkan berbagai capaian positif, mulai dari peningkatan transaksi penjualan hingga terbukanya peluang kerja sama bisnis internasional.
KKI 2026 yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, menjadi salah satu wadah strategis bagi UMKM Indonesia untuk memperluas akses pasar, memperkuat kapasitas usaha, serta membangun jejaring bisnis dengan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini diikuti oleh 560 UMKM secara luring dan 1.860 UMKM secara daring melalui platform digital Karya Kreatif Indonesia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa keikutsertaan UMKM Bengkulu dalam KKI 2026 merupakan bagian dari strategi penguatan ekosistem UMKM secara berkelanjutan. Ia menilai partisipasi tersebut menjadi langkah penting untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.
“Partisipasi UMKM Bengkulu dalam KKI 2026 menunjukkan bahwa produk-produk unggulan daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pasar, kami terus mendorong UMKM Bengkulu agar mampu naik kelas dan berdaya saing global,” ujar Wahyu Yuwana Hidayat.
Pada pelaksanaan KKI 2026, KPw BI Provinsi Bengkulu dengan dukungan Dekranasda dan Dharma Wanita Provinsi Bengkulu memfasilitasi partisipasi 32 UMKM secara online dan 6 UMKM secara offline. Dari kegiatan tersebut, UMKM Bengkulu berhasil membukukan penjualan online sebesar Rp1,195 miliar dan penjualan offline sebesar Rp49,20 juta.
Selain capaian penjualan, UMKM Bengkulu juga memperoleh peluang ekspansi pasar melalui kegiatan Business Matching. UMKM Kopi Bukit Barisan berhasil menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Indonesia Specialty Coffee untuk pemesanan green bean Kopi Robusta Bengkulu sebanyak 500 kilogram dengan nilai kontrak awal sebesar Rp35,5 juta.
Menurut Wahyu, capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk UMKM Bengkulu memiliki kualitas dan daya saing untuk diterima pasar internasional. Sementara itu, UMKM sektor makanan dan minuman CV Jaya Rasa memperoleh kontrak ekspor produk Perut Punai sebanyak 500 pcs dengan nilai USD1.500 untuk pasar Afrika Selatan melalui kegiatan business matching.
“Capaian melalui fasilitasi temu bisnis ekspor pada KKI 2026 menunjukkan bahwa produk UMKM Bengkulu dapat diterima pasar luar negeri. Ini membuktikan bahwa UMKM Bengkulu layak bersaing dan bersanding dengan UMKM lain di Indonesia untuk mendunia,” jelas Wahyu.
Bank Indonesia terus mendorong pengembangan UMKM melalui pendekatan ekosistem, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, penguatan rekam jejak keuangan, perluasan akses pasar, hingga fasilitasi pembiayaan. Tantangan pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan modal, tetapi juga kesiapan usaha dan kemampuan membangun hubungan bisnis dengan lembaga keuangan maupun pasar yang lebih luas.
Pada tingkat nasional, KKI 2026 melibatkan lebih dari 27 kementerian, 24 asosiasi, praktisi, akademisi, influencer, dan sektor perbankan. Kegiatan tersebut mencatatkan capaian penjualan sebesar Rp144,2 miliar, business matching sebesar Rp169,9 miliar antara 192 UMKM dengan mitra dari 16 negara, serta pembiayaan perbankan kepada UMKM sebesar Rp285 miliar.
Wahyu menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dunia usaha, dan pelaku UMKM menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar UMKM Bengkulu dapat terus berkembang dan memperluas pasar.
“Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar UMKM Bengkulu terus berkembang, memiliki daya saing, serta mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Wahyu. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak UMKM daerah yang mampu naik kelas.
KPw BI Provinsi Bengkulu mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat optimisme dan kolaborasi dalam mendukung UMKM daerah agar semakin tangguh, inovatif, dan cepat naik kelas. Sinergi berkelanjutan antara korporasi, perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha diyakini mampu menciptakan ekosistem yang memberikan ruang lebih besar bagi UMKM sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....