Kemenag Provinsi Bengkulu Gelar Doa Kebangsaan untuk Duka NTT dan Indonesia Damai

  • 25 Agt 2026 15:34 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Doa Kebangsaan untuk Duka NTT dan Indonesia Damai digelar sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur yang sedang mengalami musibah. Kegiatan tersebut melibatkan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, serta berbagai elemen masyarakat, pada 25 Agustus 2026, di UINFAS Bengkulu.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sebagai anak bangsa untuk mendoakan Indonesia agar tetap damai. Selain doa bersama, kegiatan juga diisi dengan penggalangan donasi yang berhasil terkumpul sekitar Rp20 juta untuk membantu masyarakat terdampak musibah di NTT.

“Bersama dengan UIN FAS dan Kantor Wilayah Kementerian Agama, kita ingin memberikan apa yang bisa kita berikan sebagai anak bangsa, mendoakan Indonesia supaya tetap damai dan simpati terhadap entitas yang sedang mengalami musibah di sana,” ujar Saefudin.

Saefudin mengatakan donasi sebesar Rp20 juta tersebut akan digabungkan dengan bantuan yang dihimpun Kantor Kementerian Agama tingkat kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Seluruh donasi nantinya akan dikirimkan untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah di NTT.

Kegiatan doa kebangsaan tersebut turut mendapat dukungan dari lintas agama, umat beragama, organisasi kemasyarakatan, keluarga besar Kanwil Kementerian Agama, serta keluarga besar UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Dukungan tersebut menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian masyarakat Bengkulu terhadap masyarakat NTT yang sedang berduka.

Ketua PCNU Kota Bengkulu, Rahmat Ramdhani, mengatakan kegiatan tersebut membuktikan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang terdiri dari berbagai agama dan memiliki semangat gotong royong. Menurutnya, ketika satu daerah mengalami musibah, daerah lain perlu ikut berpartisipasi dengan memberikan dukungan, doa, dan bantuan bagi para korban.

“Jika ada satu daerah yang mendapat musibah, maka daerah lain perlu berpartisipasi bersama-sama mendukung dan mendoakan serta menyalurkan donasi yang ada untuk korban yang ada di NTT. Semoga saudara-saudara kita disana diberikan ketabahan,” ujar Rahmat.

Kegiatan ini,diharapkan dapat terus berlanjut dan semakin menggugah kepedulian masyarakat terhadap sesama di berbagai daerah yang mengalami musibah. Duka yang dirasakan masyarakat NTT merupakan duka bersama, sementara doa dan dukungan dari masyarakat Bengkulu menjadi bagian dari solidaritas untuk mewujudkan Indonesia yang damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....