APJII Dorong Pelaku Usaha Internet di Bengkulu Penuhi Legalitas
- 24 Agt 2026 17:20 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Pengurus Wilayah Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Bengkulu mendorong pelaku usaha jasa internet di daerah untuk memperhatikan aspek legalitas dan kepatuhan terhadap regulasi. Hal itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Senin 24 Agustus 2026.
Ketua APJII Pengurus Wilayah Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Bengkulu, M Yunus Alfian, mengatakan pemahaman terhadap regulasi menjadi salah satu perhatian APJII. Hal ini karena cukup banyak anggota APJII yang bergerak dalam skala UMKM sehingga masih membutuhkan pendampingan terkait aturan usaha jasa internet.
“Ini kami lakukan karena banyak anggota yang berasal dari UMKM dan belum sepenuhnya memahami aturan. Kami menganjurkan agar teman-teman bisa melegalisasi usahanya,” kata Yunus.
Menurut Yunus, persoalan regulasi dapat berkembang menjadi konflik apabila tidak dipahami dengan baik oleh pelaku usaha. Untuk itu, APJII terus menggelar sosialisasi baik secara daring maupun tatap muka dengan melibatkan pihak yang memahami aturan di sektor komunikasi.
Bengkulu menjadi salah satu lokasi kegiatan karena aktivitas reseller layanan internet cukup banyak, meskipun jumlah ISP resmi di daerah tersebut relatif terbatas. APJII mendorong reseller dan pelaku usaha lainnya memastikan status serta legalitas usahanya agar kegiatan bisnis berjalan sesuai aturan.
Selain legalitas, FGD turut membahas pembangunan dan pemanfaatan infrastruktur jaringan komunikasi serta penerapan kebijakan pemerintah pusat di daerah. Aspek perlindungan konsumen dan berbagai tantangan teknis maupun usaha yang dihadapi penyedia layanan internet juga menjadi perhatian.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Bengkulu, Tony Elfian, menyebut kebutuhan masyarakat terhadap internet terus meningkat. Menurutnya, kondisi tersebut harus diimbangi dengan layanan internet yang berkualitas dan tetap terjangkau.
“Internet itu di zaman sekarang sudah seperti kebutuhan dasar. Oleh karena itu, kita berharap penyedia jasa layanan bisa menyediakan layanan yang baik dan murah,” ujar Tony.
Tony juga menilai perkembangan bisnis internet dapat memberikan peluang bagi daerah, termasuk dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, pelaku usaha tetap harus menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan ketentuan dan perizinan yang berlaku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....