1.147 Kasus TBC Tercatat di Bengkulu hingga Agustus 2026, Deteksi Dini Diperkuat

  • 29 Agt 2026 06:15 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban tuberkulosis atau TBC tertinggi di dunia. Secara global, Indonesia disebut menempati posisi kedua dengan estimasi hampir satu juta kasus TBC dan angka kematian mencapai sekitar 125 ribu orang.

Di Provinsi Bengkulu, hingga Agustus 2026, Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 1.147 orang terkonfirmasi menderita TBC. Jumlah tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena TBC merupakan penyakit menular yang membutuhkan penanganan serta pengobatan hingga tuntas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atau P2P Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur, mengatakan penanganan TBC kini turut diperkuat melalui program Cek Kesehatan Gratis atau CKG. Dalam program tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara umum, tetapi juga menjalani skrining untuk mendeteksi potensi TBC sejak dini.

Menurut Edriwan, deteksi dini menjadi langkah penting dalam pengendalian TBC karena semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula penanganan dan pengobatan dapat dilakukan. Sesuai arahan Kementerian Kesehatan, petugas tidak hanya melakukan skrining, tetapi juga memberikan pendampingan kepada masyarakat yang terdeteksi terpapar atau berisiko TBC untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Edriwan menjelaskan, salah satu tantangan dalam penanganan TBC adalah masih adanya pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran. Ketidakpatuhan menjalani pengobatan dapat memperburuk kondisi pasien, meningkatkan risiko penularan, serta menyulitkan upaya pengendalian TBC.

Untuk memperkuat deteksi dini, pemerintah telah menyiapkan 393 lokus skrining TBC yang tersebar di sejumlah wilayah Provinsi Bengkulu. Pemerintah pusat juga akan memberikan dukungan dalam pelaksanaan skrining, salah satunya melalui pemenuhan kebutuhan peralatan untuk mendeteksi TBC.

Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan skrining yang tersedia. Upaya penemuan kasus secara lebih cepat, disertai pengobatan yang tuntas dan kepatuhan pasien, diharapkan dapat menekan penularan serta membantu pengendalian TBC di Bengkulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....