Kekeringan Mulai Berdampak, Puluhan Hektare Sawah di Bengkulu tengah Terancam
- 27 Agt 2026 07:21 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Dampak kekeringan mulai terlihat di sejumlah sentra persawahan di Kabupaten Bengkulu Tengah. Di Kecamatan Talang Empat, sekitar 21 hektare lahan pertanian mulai terdampak, sementara di Kecamatan Pondok Kubang luas lahan yang terdampak mencapai 9,25 hektare.
Kondisi yang lebih mengkhawatirkan terjadi di Kecamatan Pondok Kelapa. Sekitar 160 hektare lahan berpotensi terdampak kekeringan karena sebagian besar persawahan di wilayah tersebut hanya mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan pengairan.
Sementara itu, kondisi persawahan di Kecamatan Karang Tinggi, Merigi Kelindang, dan Taba Penanjung masih relatif aman. Ketiga wilayah tersebut didukung jaringan irigasi sehingga kebutuhan air untuk persawahan masih dapat terpenuhi.
Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri, mengatakan pihaknya terus berupaya mengantisipasi agar dampak kekeringan tidak meluas. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengusulkan penyediaan saluran pembawa air serta pemanfaatan irigasi air tanah kepada Balai Wilayah Sungai atau BWS Sumatera VII.
Menurut Helmi, menurunnya debit sumber air menjadi salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian. Kondisi tersebut perlu segera diantisipasi karena ketersediaan air sangat menentukan keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat.
Jika kekeringan terus berlangsung hingga Oktober, petani di wilayah yang tidak memiliki sumber air berisiko menunda musim tanam. Penundaan tersebut terpaksa dilakukan hingga kondisi pengairan kembali memadai dan ketersediaan air mencukupi untuk mendukung kegiatan pertanian.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah terus memantau kondisi lahan pertanian yang terdampak maupun berpotensi terdampak kekeringan. Upaya penanganan dan pemenuhan kebutuhan air diharapkan dapat mencegah meluasnya dampak kekeringan serta menjaga keberlanjutan produksi pertanian di daerah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....